Warna dan Tekstur ASI Berubah? Berikut Penjelasan Dokter RSI Unisma

rsi unisma

Warna dan tekstur Air Susu Ibu (ASI) berubah? Jangan khawatir. Tekstur dan warna ASI akan berubah dari waktu ke waktu. Ada beberapa fase perubahan pada ASI. Pada tiap fase kandungan penting yang terdapat dalam ASI juga berubah.

Dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia jadi dr. Humaira Rahma, Sp.OG menjelaskan seberapa pentingnya ASI untuk buah hati. Penjelasan tersebut dipaparkan di Youtube Channel RSI UNISMA pada (6/9). Salah satu poin utama dalam penjelasan tersebut adalah tentang tahapan berubahnya warna dan tekstur ASI yang penting untuk disimak.

Bacaan Lainnya

“ASI sendiri akan dibagi menjadi beberapa yang paling pertama dikeluarkan ini kita sebut kolostrum. dia akan diproduksi pada hari pertama sampai hari kelima setelah bayi lahir, warnanya cenderung berbeda, warnanya cenderung kuning daripada asli. Pada momen yang lainnya itu karena dia mengandung kadar protein yang lebih tinggi. karbohidratnya cenderung lebih rendah daripada asi yang lain. Terutama asi ini mengandung antibodi untuk melindungi adik bayi terhadap infeksi dari dunia luar,“ ugkapnya. 

“Fase yang kedua adalah fase transisi, ini dikeluarkan pada hari ketujuh sampai 14. Ini mengandung protein yang sedikit lebih rendah daripada kolostrum. Tapi akan lebih tinggi daripada ASI yang mature,” jelasnya. 

ASI pada fase ketiga yaitu ASI matur atau ASI matang. ASI ini akan diproduksi pada hari diatas hari ke-14. ASI matang sendiri dibagi menjadi dua lagi  yang pertama adalah Asi foremilk atau Asi yang pertama kali dikeluarkan saat ibu menyusui dia lebih banyak mengandung kandungan air daripada kandungan karbohidrat dan lemaknya.

Kedua adalah  ASI hindmilk atau ASI yang dikeluarkan pada akhir masa menyusui ini kandungan lemaknya lebih tinggi sehingga diharapkan kalau bayi menyusu dalam jangka lama maka kandungan lemak baik itu akan dikonsumsi oleh bayi.

Setiap ibu memiliki variasi yang  berbeda kapan ASI ini mulai diproduksi. Sebagian kecil mulai mengeluarkan susu ketika mereka berada di bulan kedelapan atau kesembilan kehamilan. Tetapi sebagian besar ASI baru diproduksi setelah bayi lahir karena hormon oksitosin dan prolaktin, yang meningkat setelah lahir. Jadi jika ASI belum keluar selama kehamilan, tidak perlu khawatir.  Setelah melahirkan, ASI akan mulai keluar dan produksinya akan meningkat nanti karena ibu banyak menyusui adik bayinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *