Tips Mengembalikan Mental Anak Pasca Pandemi Ala RSI UNISMA

anak rsi unisma

Pandemi yang telah melanda selama hampir 3 tahun berpengaruh terhadap tumbuh kembang mental anak sebab anak-anak mengalami hambatan dalam kegiatan belajar mengajar maupun terbatasi melakukan kontak fisik dengan orang lain.

“Karena dampak pandemi berkepanjangan sudah hampir 3 tahun hidup bersama dengan pandemi. Jadi kita sebagai orang tua apa sih solusi yang harus  ditempuh agar anak anak kita ini tetap bisa cemerlang, tetap bisa bagus dari segi kognitif, mental dan sosialnya, “ Ucap dr. Ratih Oktaviana saat dihubungi melalui Whatsapp pada (1/8/2022).

Bacaan Lainnya

Sebagai orang tua, ada beberapa langkah yang bisa dipelajari. Pertama, orang tua atau pengasuh harus bergerak secara dinamis dan mendampingi anak-anak dalam bertumbuh dan berkembang secara kognitif, mental dan sosial

“Sebagai orang tua kita harus tetap cerdas, harus tetap mendampingi anak anak kita dalam bertumbuh dan berkembang secara kognitif, mental dan sosial. Nah misalkan akan belajar secara daring. Nah kita bisa mendampingi anak anak itu dari segala persiapannya. Bisa kan besok ada jadwal belajar secara daring oleh sesama gurunya. Nah malamnya kita ini evaluasi lagi,” Jelasnya.

Belajar bersama dengan anak tentang apa yang belum diketahui juga menjadi salah satu contoh pendampingan yang dapat dilakukan.

“Belajar bersama apa yang belum tahu, mendampingi anak apa yang belum paham jadi belajar bersama seperti itu. Nah besoknya pada saat daring mendampingi segala persiapannya membantu menyiapkan seperti itu dan mendampingi sampai selesai. Jadi orang tua tahu apa yang anak anak kita itu belum bisa apa yang. Anak kurang mampu di pembelajaran yang mana seperti itu dan meningkatkan komunikasi dengan gurunya, “ Terangnya.

Kedua, orang tua dapat memberikan jadwal harian kepada anak. Jadwal tersebut berisi kegiatan yang dilakukan selama Hari Senin sampai Sabtu.

“ Nah, setelah itu yang kedua bisa memberikan jadwal harian jadi anak anak itu tidak biar dibiarkan nganggur selama di rumah. Jadi dijadwalkan oh Hari Senin sampai Sabtu itu apa aja sih jadwalnya pagi siang malam. Nah otomatis kita harus melatih anak anak kita ini, “ Imbuhnya.

Kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua bersama anak-anak antara lain bermain, belajar, menggambar, dan bermain orang tua.

“Meskipun tetap di rumah kita memberikan jadwal kegiatan kegiatan positif yang mengasah mental kognitif dan sosialnya. Jadi bermain bersama, belajar, mewarnai dan menggambar bersama, bermain peran atau tokoh seperti dokter, pasien atau pembeli. Pedagang seperti itu terus mendampingi setiap hari harinya di rumah. Intinya kegiatan-kegiatan yang mengasah kognitif, mental dan sosial, bermain puzzle dan sebagainya,“ Jelasnya.

Selanjutnya orang tua dapat memberikan asupan gizi yangseimbang, memberi tambahan suplemen dan fasilitas imunisasi atau vaksin yang lengkap.

“Terus yang ketiga kita selama pandemi ini mendukung tumbuh kembang anak itu untuk tetap kuat dan sehat. Jadi meskipun kegiatannya di rumah aja kita harus menjaga imunitas mereka agar tetap kuat. Yang pertama dengan memberikan asupan gizi Yang seimbang yang kedua bisa memberikan tambahan suplemen jika dibutuhkan seperti vitamin c dan zinc. Nah, yang ketiga memberikan fasilitas imunisasi atau vaksin yang lengkap. Apalagi pada masa pandemi ini dibutuhkan Imunisasi PCV imunisasi influenza dan imunisasi covid berdasarkan usianya,“ terangnya.

Sebagai pemeran utama dalam mendidik anak, para orang tua juga perlu membiasakan anak untuk menaati protokol kesehatan selama pandemi

Kemudian yang terakhir membiasakan anak untuk tetap taat pada prokes karena pandemi ini belum selesai covid masih ada, jadi memang harus tetap taat pada prokes seperti itu. Siapa lagi kalau bukan orang tua yang memegang peranan utama? Karena tidak mungkin jika orang tua lepas tangan kepada neneknya kakeknya pada pengasuhnya, “ Imbuhnya. 

Tim Promosi Kesehatan Rumah Saikit (PKRS) RSI UNISMA  mengadakan sosialisasi mengenai dampak pandemi Covid 19 bagi anak sekolah usia dini. Kegiatan tersebut dialksanakan di TK Dharma Wanita Kelurahan Dinoyo Kota Malang pada (23/7/2022). Dr. Ratih Oktaviana selaku pemateri dalam kegiatan tersebut membagikan tips atau solusi agar anak tetap bisa survive selama pandemi.

Pewarta : Enda Sartika

Pandemi yang telah melanda selama hampir 3 tahun berpengaruh terhadap tumbuh kembang mental anak sebab anak-anak mengalami hambatan dalam kegiatan belajar mengajar maupun terbatasi melakukan kontak fisik dengan orang lain.

“Karena dampak pandemi berkepanjangan sudah hampir 3 tahun hidup bersama dengan pandemi. Jadi kita sebagai orang tua apa sih solusi yang harus  ditempuh agar anak anak kita ini tetap bisa cemerlang, tetap bisa bagus dari segi kognitif, mental dan sosialnya, “ Ucap dr. Ratih Oktaviana saat dihubungi melalui Whatsapp pada (1/8/2022).

Sebagai orang tua, ada beberapa langkah yang bisa dipelajari. Pertama, orang tua atau pengasuh harus bergerak secara dinamis dan mendampingi anak-anak dalam bertumbuh dan berkembang secara kognitif, mental dan sosial

“Sebagai orang tua kita harus tetap cerdas, harus tetap mendampingi anak anak kita dalam bertumbuh dan berkembang secara kognitif, mental dan sosial. Nah misalkan akan belajar secara daring. Nah kita bisa mendampingi anak anak itu dari segala persiapannya. Bisa kan besok ada jadwal belajar secara daring oleh sesama gurunya. Nah malamnya kita ini evaluasi lagi,” Jelasnya.

Belajar bersama dengan anak tentang apa yang belum diketahui juga menjadi salah satu contoh pendampingan yang dapat dilakukan.

“Belajar bersama apa yang belum tahu, mendampingi anak apa yang belum paham jadi belajar bersama seperti itu. Nah besoknya pada saat daring mendampingi segala persiapannya membantu menyiapkan seperti itu dan mendampingi sampai selesai. Jadi orang tua tahu apa yang anak anak kita itu belum bisa apa yang. Anak kurang mampu di pembelajaran yang mana seperti itu dan meningkatkan komunikasi dengan gurunya, “ Terangnya.

Kedua, orang tua dapat memberikan jadwal harian kepada anak. Jadwal tersebut berisi kegiatan yang dilakukan selama Hari Senin sampai Sabtu.

“ Nah, setelah itu yang kedua bisa memberikan jadwal harian jadi anak anak itu tidak biar dibiarkan nganggur selama di rumah. Jadi dijadwalkan oh Hari Senin sampai Sabtu itu apa aja sih jadwalnya pagi siang malam. Nah otomatis kita harus melatih anak anak kita ini, “ Imbuhnya.

Kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua bersama anak-anak antara lain bermain, belajar, menggambar, dan bermain orang tua.

“Meskipun tetap di rumah kita memberikan jadwal kegiatan kegiatan positif yang mengasah mental kognitif dan sosialnya. Jadi bermain bersama, belajar, mewarnai dan menggambar bersama, bermain peran atau tokoh seperti dokter, pasien atau pembeli. Pedagang seperti itu terus mendampingi setiap hari harinya di rumah. Intinya kegiatan-kegiatan yang mengasah kognitif, mental dan sosial, bermain puzzle dan sebagainya,“ Jelasnya.

Selanjutnya orang tua dapat memberikan asupan gizi yangseimbang, memberi tambahan suplemen dan fasilitas imunisasi atau vaksin yang lengkap.

“Terus yang ketiga kita selama pandemi ini mendukung tumbuh kembang anak itu untuk tetap kuat dan sehat. Jadi meskipun kegiatannya di rumah aja kita harus menjaga imunitas mereka agar tetap kuat. Yang pertama dengan memberikan asupan gizi Yang seimbang yang kedua bisa memberikan tambahan suplemen jika dibutuhkan seperti vitamin c dan zinc. Nah, yang ketiga memberikan fasilitas imunisasi atau vaksin yang lengkap. Apalagi pada masa pandemi ini dibutuhkan Imunisasi PCV imunisasi influenza dan imunisasi covid berdasarkan usianya,“ terangnya.

Sebagai pemeran utama dalam mendidik anak, para orang tua juga perlu membiasakan anak untuk menaati protokol kesehatan selama pandemi

Kemudian yang terakhir membiasakan anak untuk tetap taat pada prokes karena pandemi ini belum selesai covid masih ada, jadi memang harus tetap taat pada prokes seperti itu. Siapa lagi kalau bukan orang tua yang memegang peranan utama? Karena tidak mungkin jika orang tua lepas tangan kepada neneknya kakeknya pada pengasuhnya, “ Imbuhnya. 

Tim Promosi Kesehatan Rumah Saikit (PKRS) RSI UNISMA  mengadakan sosialisasi mengenai dampak pandemi Covid 19 bagi anak sekolah usia dini. Kegiatan tersebut dialksanakan di TK Dharma Wanita Kelurahan Dinoyo Kota Malang pada (23/7/2022). Dr. Ratih Oktaviana selaku pemateri dalam kegiatan tersebut membagikan tips atau solusi agar anak tetap bisa survive selama pandemi.

Pewarta : Enda Sartika

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.