Tertukar dengan yang Viral

Oleh: K.H. Faris Khoirul Anam
Pascamuktamar, ada dua viral yang sama-sama berbasis tertukar. Pertama, sandal yang tertukar, soal ini sebenarnya biasa. Namun yang jadi istimewa, pengumumannya disampaikan saat penghitungan suara, unik. Kejadiannya mencerminkan kehidupan pesantren, dibawa ke muktamar. Lumayan, bisa makin mencairkan suasana.

Kedua, antara nama Gus Yahya dan Buya Yahya. Gus Yahya lebih menjadi “brand name” untuk K.H. Yahya Cholil Staquf, sedang Buya Yahya untuk Ustadz Yahya Zainul Ma’arif, pendiri dan pengasuh al-Bahjah Cirebon Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Istimewanya, dalam satu pemberitaan pascamuktamar tentang Ketua Umum PBNU terpilih, nama keduanya tertukar. Yang dimaksud adalah K.H. Yahya Cholil Staquf, namun disebut “Buya Yahya” plus dengan foto pendakwah asal Blitar Jawa Timur ini. Judul beritanya: “Buya Yahya Terpilih Menjadi Ketua NU…”

Kita mengharap dua tertukar yang sedang viral ini menjadi suguhan melumerkan otot. Humor pemersatu bangsa. Tak digoreng atau dibawa ke mana-mana.

Toh, kita sudah terbiasa dengan nama yang tertukar. Nggak masalah. Soal penamaan tape dan rengginang misalnya. Konon keduanya tertukar.

Tape itu “ketan dipepe” dan itu adalah rengginang. Sedang rengginang itu “ragine menang” dan itu sebenarnya adalah tape.

K.H. Faris Khoirul Anam | Penggembira Muktamar.
Jalan Tol KM 584, empat jam jelang tahallul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.