Tahni’ah Miladiyah K.H. Marzuqi Mustamar

  • Whatsapp

Sewaktu kuliah, saya yang selalu bikin rame di kelas. Namun, kalau yang mengajar abah yai (K.H. Marzuqi Mustamar), saya lebih sering diam. Di samping karena sungkan, juga karena takut disuruh baca kitab yang jadi bahan utama perkuliahan. Ada beberapa mata kuliah yang diampu abah yai, mulai Balaghah, Tasawuf, Ilmu ‘Arudh, dan beberapa mata kuliah lainnya.

Suatu hari, saya yang sejak awal mengheningkan cipta karena takut disuruh membaca, tiba-tiba abah yai memerintahkan saya untuk membaca paragraf pembuka. Di situ tertulis kalimat:

Bacaan Lainnya

وذكر المصنف

Meskipun bingung campur grogi (juga aslinya enggak bisa baca), saya coba tampil percaya diri. Dengan lantang kalimat itu saya baca “Wa dzakarul Mushonnifi“. Padahal mestinya dibaca “Wa dzakarol Mushonnifu“. Sontak, seluruh penduduk kelas bahasa Arab saat itu tertawa lepas mendengar bacaan saya. abah kiai pun ikut tersenyum melihat keluguan saya.

Itulah diantara beberapa kenangan saya ketika mengikuti mata kuliah yang diampu oleh abah yai. Dan, masih banyak kenangan-kenangan lucu dan berkesan selama dibimbing oleh abah yai. Karena memang gaya mengajar abah yai yang tegas dan humoris, sehingga menyisakan kesan yang terus terkenang. Kalaupun tidak bisa menangkap isi materi, setidaknya suasana tarbiyah abah yai ini yang akan selalu membekas.

Dan hari ini, bertepatan dengan hari kelahiran abah yai, saya ingin turut menyampaikan Tahni’ah Miladiyah sebagai pelepas kangen sekaligus mengharap berkah dari abah yai.

عيد الميلاد المبارك، وأطال اللّٰه عمرك في طاعته يا شيخنا الكياهي مرزوقي مستمر.

“Sugeng Ambal Warso, Kiai. Semoga keberkahan terlimpah untuk Abah K.H. Marzuqi Mustamar dan untuk kami semua para santri. Aamiin.”

Jedong Malang, 22 September 2021

Bang Oemar | Santri K.H. Marzuqi Mustamar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *