Suntik dan Obat Mata Saat Puasa

Suntik dan Obat Mata Saat Puasa

Oleh: K.H. Ma’ruf Khozin

Ngaji bersama Bunda-bunda Az-Zahra Sidoarjo kali ini membahas suntikan dan obat mata di siang hari. Masalah ini memang ditemukan beda pendapat di kalangan ulama fikih. Referensi dari beberapa keterangan para ulama sebagai berikut.

Bacaan Lainnya

ولا يضر تشرب المسام بالدهن والكحل والاغتسال

“Puasa tidak batal karena sesuatu yang terserap melalui pori-pori seperti minyak, celak dan mandi” (Busyra Al-Karim, 1/550)

Imam An-Nawawi menjelaskan:

لو أوصل الدواء إلى داخل لحم الساق، أو غرز فيه السكين فوصلت مخه، لم يفطر، لأنه ‌لم ‌يعد ‌عضوا ‌مجوفا.

“Jika seseorang memasukkan obat ke bagian dalam daging betisnya, atau memasukkan pisau lalu pisau itu sampai pada sumsumnya, maka hal itu tidak batal puasanya karena hal itu bukan termasuk rongga tubuh.” (Raudhat 1/664)

Demikian pula penjelasan Syekh Al-Mahalli terkait pemakaian celak yang fungsinya saat ini seperti obat tetes mata:

لاَ يَضُرُّ اْلاِكْتِحَالُ وَاِنْ وُجِدَ طَعْمُهُ اَىِ الْكُحْلِ بِحَلْقِهِ لاَنَّهُ لاَ يَنْفُذُ مِنَ الْعَيْنِ اِلَى الْحَلْقِ وَالْوَاصِلُ اِلَيْهِ مِنَ الْمَسَامِّ

Boleh memakai celak sekalipun ditemukan rasanya pada tenggorokan, karena celak tidak dapat tembus dari mata sampai tenggorokan, dan sesuatu yang sampai ke tenggorokan itu adalah melalui jalan pori-pori. (al-Mahally juz 2 hal 56)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *