Sholat Rabu Wekasan Haram, Berikut Niat Sholat yang Benar

sholat

Oleh : Redaksi

Rabu Wekasan atau yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai Rebo Wekasan adalah tradisi yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Sebagian orang ahli makrifat termasuk orang yang ahli mukasyafah mengatakan setiap tahun Allah menurunkan bala (bencana) yang berjumlah 320.000. Kesemuanya diturunkan pada hari Rebo yang terakhir di bulan Shafar. Maka dianjurkan hari itu shalat 4 rakaat dengan 2 salam.

Bacaan Lainnya

Namun, hukum shalat Rebo Wekasan menurut Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari adalah haram. Sebab, shalat Rebo Wekasan ini tidak ada asalnya dalam syariat. Keputusan musyawarah NU Jawa Tengah tahun 1978 di Magelang juga menegaskan bahwa shalat khusus Rebo Wekasan hukumnya haram. Kemudian Muktamar ke-25 NU di Surabaya (20-25 Desember 1971 M) juga melarang shalat yang tidak ada dasar hukumnya.      

Di sisi lain, beberapa ulama memperbolehkan, asal sholat tersebut diniatkan shalat sunnah muthlaqah atau niat shalat hajat. Beberapa ulama yang menyapakati hal ini adalah Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Alm. KH Muhammad Djamaluddin Ahmad, Pengasuh Ponpes PP Al Anwar Sarang, KH Maimoen Zubair dan Ulama Aswaja Kiai Ma’ruf Khozin

“Hadits tersebut dhaif, Karenanya sejumlah kiai mengisi malam itu dengan shalat hajat, bukan shalat khusus Rabu Wekasan” kata Kiai Ma’rif Khozin suatu ketika.

Berikut Tata Cara Sholat Rebo Wekasan :

  1. Niat shalat sunnah mutlak dua rakaat
  • اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Saya salat sunah untuk tolak bala dua rakaat karna Allah Ta’ala.

Artinya, “Saya niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.” 

  • Setelah membaca al-Fatihah, baca

Surat Al-Kautsar 17 kali,

Al-Ikhlas 5 kali,

Al-Falaq dan

An-Nas sekali setiap rakaat.

3. Lakukan shalat sebagaimana biasanya dua rakaat.

4. Setelah salam, membaca doa.

5. Shalat sunnah mutlak dua rakaat ini dilakukan dua kali. Pelaksanaan shalat ini sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah swt agar dIjaga dari segala bahaya selama setahun.

Menurut Kiai Jamal, Shalat tersebut bisa dilaksanakan  di pagi (dluha) atau habis shalat Maghrib dengan diakhiri doa.

Bentuk ritual Rebo Wekasan umumnya dilakukan dengan shalat, berdoa dengan doa-doa khusus, selamatan, sedekah, silaturrahim, dan berbuat baik kepada sesama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.