Setelah LP Ma’arif, Giliran Pergunu Jatim Mendesak Pemerintah Mencabut Aturan BOS Terbaru

  • Whatsapp

SURABAYA – Setelah PW LP Ma’arif Jatim menyatakan penolakan sikap peraturan BOS terbaru. Sekarang giliran Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur juga menyatakan tentangan atas kebijakan pemerintah soal petunjuk teknis pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang tertuang dalam Permendikbud RI Nomor 6 Tahun 2021

Dalam press release PDF tersebut, pihaknya menilai aturan tersebut dirasa diskriminatif dan tidak memenuhi rasa keadilan. Selain itu, pilah-pilih penerima BOS juga akan membatasi sekolah berkembang.

Bacaan Lainnya

Berikut pernyataan sikap tersebut:

  1. Ketentuan Pasal 3 ayat (2) huruf d tentang Sekolah Penerima Dana BOS Reguler dalam Permendikbud RI Nomor 6 Tahun 2021 yang mejadi  dasar hukum penghentian dana BOS bagi sekolah yang memiliki peserta didik yang kurang dari 60 siswa selama 3 tahun terakhir, bertolak belakang dengan amanat UUD Negara Republik Indonesia 1945, diskriminatif, dan tidak memenuhi rasa keadilan sosial karena berpotensi untuk membatasi akses pendidikan masyarakat.
  2. Mendesak agar kebijakan alokasi dana BOS diberikan dengan berbasis pada jumlah murid yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) bukan berbasiskan eksistensi lembaga penyelenggara pendidikan.
  3. Mendesak agar Mendikbudristek untuk menghapus ketentuan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan BOD Reguler khususnya pasal 3 ayat (2) huruf d tentang Sekolah Penerima Dana BOS Reguler.
  4. Mendorong agar setiap kebijakan pendidikan nasional harus selalu berpegang teguh pada prinsip keadilan sosial begi seluruh bangsa Indoensia serta berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa dan amanat UUD Negara Republik Indoensia 1945.
  5. Demikian isi surat pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua PW Pergunu Jatim H Surur dan sekretarisnya, Ahmad Faqih tersebut.

Pewarta: Malik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *