Selenggarakan Pelatihan Olahan Mawar dan Ketela, desa Balesari siap menggali nilai tambah dari hasil buminya

  • Whatsapp

MALANG – Melalui program pemajuan kebudayaan dari Dirjenbud, desa Balesari menyelenggarakan pelatihan olahan mawar dan pelatihan olahan ketela (Sabtu, 20/11/2021). Keduanya (mawar dan ketela) merupakan hasil bumi dari desa Balesari yang berada di kawasan lereng gunung Kawi. Pelatihan ini bertujuan untuk menggali nilai lebih atau nilai tambah dari mawar dan ketela.

Ketua pelaksana kegiatan, Wahyu, mengutarakan bahwa “pelatihan ini bertujuan untuk mendorong semangat warga desa untuk mengkreasikan serta berinovasi dari hasil bumi yang telah disediakan oleh alam, agar lebih dapat memberi kemanfaatan secara ekonomi bagi masyarakat”.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini di ikuti oleh PKK dan KWT desa Balesari. Dalam sambutannya, Wibowo selalu perangkat daerah menyampaikan “masyarakat desa Balesari harus kompak dan semangat dalam menyambut program pemajuan kebudayaan ini, semua warga harus mempunyai rasa memiliki terhadap desa kita ini, dan Terima kasih kami ucapkan kepada Dirjenbud dan seluruh pihak yang telah membantu termasuk LPPM Unira Malang. “

Kegiatan pelatihan produk olahan ini menjadi rangkaian dari festival kebudayaan, yang menurut jadwalnya akan berlanjut dengan ritual slametan desa dan pensucian topeng panji di Sumber Panguripan pada tgl 21 nopember 2021 pukul 09.00 hingga selesai. Setelah itu, puncak acara akan berlangsung pada tanggal 28 Nopember 2021 (festival mawar dan ketela).

Adapun yg bertindak sebagai narasumber pelatihan olahan mawar adalah Ani Munfarikhah (owner Kaka Buket) dan Dewi Ambarwati (owner Ungkep Gurih Malang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar