Sekwil Ansor Jatim: Penyebab Hoax Karena Orang Suka Baca Status Daripada Buku

Sekwil Ansor Jatim: Penyebab Hoax Karena Orang Suka Baca Status Daripada Buku

MALANG – Hasan Bisri Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur menganggap salah satu penyebab banjirnya hoax di Indonesia akibat minimnya literasi baca. Ia kemudian menilai orang Indonesia lebih suka membaca status dari pada buku

“Sudah tidak ada lagi yang menekuni dunia literasi. Lebih banyak membaca status (Whatsapp) dari pada membaca buku,” ungkapnya dalam sambutan acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) PC GP Ansor Kota Malang pada Jumat (23/9) di Pondok Pesantren Al-Fadholi, Merjosari.

Bacaan Lainnya

Ansor saat ini, lanjutnya, menghadapi era post truth dimana sebuah kebenaran itu mampu direkayasa melalui gerakan bersama dan berulang yang dalam hal ini disebut viral.

“Satu kebohongan jika dikatakan banyak orang dan diulang terus menerus akan menjadi kebenaran,” ucapnya.

Ia berpesan kepada seluruh kader Ansor untuk turut aktif dalam menyebarkan konten positif. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan NU. Sebab, NU adalah ashabul Haq.

Di samping itu, semangat itu harus bisa ditularkan kepada Ansor lainnya. Sebab, hal ini menjadi bagian dari Visi GP Ansor dalam rangka ketahanan Informasi.

Dirinya juga menitipkan pesan kepada peserta untuk tetap merawat tradisi organisasi Ansor yang menekuni low intencity conflict, bukan bergerak pada high intencity conflict.

“Hari ini Ansor juga harus menjaga stabilitas pada level rendah di Masyarakat, bukan hanya reaktif dalam menanggapi isu-isu Nasional,” tambahnya.

Sebelumnya,  PC GP Ansor Kota Malang menggelar PKL. Kegiatan tersebut berlangsung tiga hari, mulai dari Jumat-Ahad (23-25/9) di Ponpes Al-Fadholi, Merjosari.

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari delegasi PAC se-kota Malang. Selain itu, separuh diantaranya adalah delegasi dari pimpinan luar Malang.

Giat ini merupakan bagian dari kaderisasi lanjutan yang diadakan oleh Ansor kota Malang, setelah sebelumnya pihaknya telah mensukseskan PKD di tingkat PAC di kota Malang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *