Sambung Sanad Perjuangan, MWC NU Blimbing Ziarah Makam Kiai NU

MALANG – Sebagai upaya membangun semangat, kaderisasi pengurus dan Badan otonom (Banom) NU di wilayah MWC NU Blimbing Kota Malang periode 2022-2027, MWC NU Blimbing Kota Malang menggelar ziarah ke makam para muassis NU di Jombang, Bangkalan dan Surabaya.

Selain untuk melestarikan tradisi amaliyah, agenda ziarah kali ini juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sekaligus meneladani semangat perjuangan para muassis dalam memperjungkan NU.

Bacaan Lainnya

Hal ini ditegaskan Ketua MWC NU Blimbing Achmad Romdlon, S.PdI. sesaat sebelum berangkat Ziarah, Minggu (13/03/2022).

“Ziarah makam para muassis NU ini diharapkan dapat menumbuhkan ghirah kita dalam berjam’iyah dengan meneladani para muassis dalam berjuang di NU,” kata Romdlon.

Romdlon mengatakan, ziarah makam adalah tradisi yang sudah lama mengakar di kalangan nahdliyin. Tradisi ritual keagamaan yang ditandai dengan membaca wirid dan do’a ini biasanya dilakukan warga NU hampir sepanjang tahun.

Kali ini Panitia menetapkan ziarah muasis NU dilakukan di beberapa titik yang menjadi cikal bakal NU yakni di Jombang Makam Para Muasis NU, di Bangkalan Maqbaroh KH. Cholil dan di Surabaya Makam Sunan Ampel.

Rois Syuruah MWC NU Blimbing K.H. Syaifuddin Zuhri menambahkan, upaya meneladani para muassis NU sama saja dengan upaya menyambung sanad keilmuan santri dengan kyainya.

“Pada intinya, meskipun ziarah makam itu sudah menjadi tradisi NU, yang jauh lebih penting adalah upaya kita sebagai santri untuk menyambung sanad keilmuan dengan kyainya,” ungkap pengasuh Ponpes I’anatut Tholibin yang akrab disapa Abah Kiai Syaifuddin ini.

Makna ziarah makam muassis NU sebagai bagian dari penjagaan sanad keilmuan kyai-santri juga disampaikan Kyai Syaifuddin.

Menurutnya, NU adalah jam’iyah diniyyah ijtimaiyyah atau organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Sebagai organisasi keagamaan, NU punya kewajiban menjaga berlakunya otentisitas ajaran Islam di tengah-tengah kehidupan masyarakat, baik dalam hal aqidah, ibadah, muamalah maupun akhlak.

Pria yang memegang amanah sebagai Rois Syuriah MWC NU Blimbing  pada periode kedua ini menambahkan,, otentisitas ajaran Islam akan terjaga dengan baik manakala sanad keilmuan Islam itu tetap terjaga.

“Penjagaan sanad ilmu itu dapat dilihat seperti pada saat transfer keilmuan di Ponpes, pengijazahan ilmu dan hikmah, juga menjaga hubungan kyai-santri. Ziarah makam muassis NU adalah salah satu bentuk dari penjagaan sanad keilmuan tersebut.

“Dengan ziarah, maka generasi sekarang menjadi lebih yakin akan adanya ketersambungan ilmu dari para muassis NU. Rasulullah Saw. menganjurkan umatnya untuk berziarah kubur, karena akan menjaga kelurusan hati dalam beragama seiring dengan ingatnya kepada kematian yang pasti terjadi,” pungkasnya.

Pewarta : Aldi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *