Rois Syuriah PCNU Kota Malang Jelaskan Pentingnya Bahasan Konbes NU Mendatang

K.H. Chamzawi Syakur
K.H. Chamzawi Syakur

MALANG – K.H. Chamzawi Rois Syuriah PCNU Kota Malang merespon positif agenda Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes) 2022 di Jakarta mendatang. Sebab, setelah muktamar desember lalu, beberapa bahasan perlu disahkan bersama.

Salah satu yang akan dibahas adalah sistem kebendaharaan dan aset. Menurutnya, menjadi penting jika PCNU dibekali tentang mekanisme pencatatan dan sistem tabulasi aset NU. Sebab, sejatinya aset NU banyak namun tidak tercatat dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Di Kota Malang sebenarnya banyak aset NU yang tidak tercatat dengan baik. Karena itu, penting bahasan konbes nanti menjadi pegangan PCNU,” tandasnya saat acara sowan ndalem pada senin (16/5/2022) lalu.

Selain itu, keputusan untuk membahas sistem kaderisasi NU di konbes nanti juga menjadi waktu yang pas. Mengingat, beberapa PCNU di Jawa Timur lalu sudah membatalkan giat PKPNU dan MKNU karena, PBNU moratorium kaderisasi dan Kartanu pada bulan maret lalu.

“Bahasan sistem kaderisasi NU sudah tepat. ini sebagai bentuk kejelasan atas moratorium PKPNU oleh PBNU lalu,” jelasnya.

Ia berharap semoga agenda nanti bisa menjadi momentum meluruskan barisan setelah muktamar desember lalu.

“kalau kita satu barisan, NU akan besar,” terangnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) akan menggelar Konferensi Besar (Konbes) NU di Hotel Yuan Garden, Jakarta Pusat, pada Jumat-Sabtu, 20-21 Mei 2022.

Nantinya, Konbes NU akan membahas dan mengesahkan tiga hal. Rancangan peraturan perkumpulan yakni sistem kaderisasi, tata kelola perkumpulan, serta sistem kebendaharaan dan aset.

Dasar penyelenggaraan Konbes diatur dalam Pasal 75 Bab XX Anggaran Rumah Tangga (ART) NU. Disebutkan bahwa Konbes NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi setelah muktamar yang dipimpin dan diselenggarakan oleh Pengurus Besar.

Konbes membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan muktamar, mengkaji perkembangan, dan memutuskan peraturan perkumpulan. Konbes dihadiri oleh anggota Pleno Pengurus Besar dan Pengurus Wilayah. Konbes tidak dapat mengubah AD/ART, keputusan muktamar, dan tidak memilih pengurus baru.

Konbes adalah sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah wilayah. Konbes diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam masa jabatan pengurus besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *