Resmi Dilantik, MWC NU Kedungkandang Usung Rekonsiliasi Organisasi

MALANG – Ustadz H. Rosidi, S. Ag. Selaku ketua Tanfidziyah MWC NU Periode 2022- 2027 menyampaikan sambutan pada acara Pelantikan dan Musyawarah Kerja MWC NU Kedungkandang Kota Malang. Acara Tersebut digelar pada 6/11/2022. Adapun tema yang diusung adalah “ Rekonsiliasi Organisasi, Memantapkan peran MWC NU Kedung Kandang dalam Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama ”.  

Ketua Tanfidziyah MWC NU yang baru dilantik, Rosidi S. Ag menyampaikan roda gerak MWC NU ke depan. Pengurus yang telah ditetapkan pada 26 Juni lalu merupakan perwakilan dari Tokoh Masyarakat dari 33 pengurus ranting NU Se- Kecamatan Kedung Kandang.

Bacaan Lainnya

“Yang jelas kami akan membahas tentang bagaimana MWC nu ke depan setelah kita mengadakan konferennsi bertepatan pada tgl 26 juni sekitar 4 bulan lalu. Maka disitu menghasilkan dan terpilih serta ditetapkan rais syuriah dan ketua tanfidziyah MWC NU Kedung Kandang yang selanjutnya kami bersama dengan tim yang ada menyusun kelengkapan kepengurusan. Dimana kepengurusan ini kami berusaha dan berupaya semampu kami untuk bisa mewadahkan dan terwakili oleh seluruh tokoh masyarakat yg ada di seluruh 12 kelurahan kecamatan Kedung Kandang dan juga terwakili oleh 33 pengurus ranting NU se kecamatan Kedung Kandang,” ungkapnya.

Beliau menyampaikan bahwa jabatan tersebut hakikatnya adalah amanah untuk berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama.

“ini dalam rangka menjalankan amanah kita, Kalau di NU itu bukan pejabat. Bukan jabatan, tapi ini adalah amanah untuk kita Hikmat kepada Nahdlatul Ulama, mengikuti gerak langkah perjuangan para ulama-ulama kita ahlus sunnah wal jamaah an Nahdliyah,” terangnya.

Beliau menegaskan kembali bahwa pengurus dari lembaga yang telah dilantik dapat berkiprah sebaik mungkin.

“Kami mengajak kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan yang akan dilantik di lembaga lembaga ini agar bagaimana berkiprah untuk menjalankan tugas-tugas amanah organisasi Dengan sebaik mungkin dengan semaksimal mungkin, “ Jelasnya.

Sesuai dengan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, Beliau menyampaikan bagaimana pentingnya membangun rekonsiliasi di MWC NU Kedungkandang untuk mebangun kebersamaan dan saling berkolaborasi antar lemabaga.

“Kami tidak menyebutkan ada satu atau 2 Program utama misalnya tidak, tetapi bagaimana kita membangun rekonsiliasi ini benar benar menjadi suatu kebersamaan di Kepengurusan MWC NU Kedung kandang. Jadi kalau kami mengambil satu Program tertentu, mungkin oleh lembaga lain loh saya fungsinya apa? Oleh karena itu semua di Antara pengurus yang ada, Pengurus lembaga yang sudah tersusun,  Kemudian Banom banom yang sudah kami sebutkan tadi. Marilah kita bersinergi dan berkolaborasi. Bagaimana diantara lembaga yang satu jembatan lembaga yang lain saling mengisi dan menyatukan program program yang seharusnya memang dikerjakan bersama. “ tambahnya.

Lantas, beliau memberikan gambaran bagaimana lembaga – lembaga di MWC NU Kedung Kandang saling membutuhkan satu sama lain.

“ Suatu contoh, kalau lembaga tertua itu ada lembaga dakwah dari dulu sampai sekarang memang harus berdakwah karena memang ini adalah bagian dari perjuangan Nahdlatul Ulama. Lembaga dakwah ini tidak mungkin akan berjalan maksimal jika tidak bersinergi dan berkolaborasi dengan lembaga lembaga lain. Ketika berdakwah Mestinya butuh tempat tempat yaitu butuh masjid, maka di sini perlu bersinergi dengan lembaga takmir masjid kemudian perlu juga untuk mengadakan berbagai kebutuhan yang terkait dengan kegiatan makan, di sini kita membutuhkan meski kebutuhan fatayat dan muslimat kita perlu pengawalan, maka di sini butuh banser & ansor. Kemudian kita yang tidak kalah pentingnya adalah butuh dana dan pembiayaan digunakan dan sudah luar biasa ada lazisNU Care” terangnya.

Beliau menegaskan kepada para pengurus agar berniat untuk berkhidmat di NU dan menjalankan tugas sesuai dengan AD-ART Nahdlatul Ulama.

“Oleh karena itu, marilah sekali lagi dari awal kita niatkan bersama sama untuk benar benar berkhidmat di dalam nahdlatul ulama, menjalankan tugas dan amanah yang telah diberikan kepada kita yang tentunya harus sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Nahdlatul Ulama,” uturnya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *