Resah Dengan Maraknya Kasus Narkoba, LKKNU Gelar Penyuluhan NAPZA

Forum komunikasi Penyuluh agama Islam kec. Blimbing bekerjasama dg Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama Kota Malang menggelar  penyuluhan Waspada Napza untuk generasi muda. Dalam hal ini Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kota Malang memberikan konseling atau penyuluhan tentang bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Aula Kecamatan Blimbing Jl. Raden Intan – Arjosari Kota Malang, Sabtu (05/12/2020).

Dengan mengambil tema ‘mewujudkan generasi muda indonesia yang berakhlaq, terpelajar, berprestasi, dan berkarakter tanpa narkoba’, kegiatan ini berkolaburasi dengan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Blimbing. Hadir wakil ketua PCNU Mahmudi Muhith, Ketua Tanfidziyah MWCNU Romdlon dan ketua LKKNU HM. Didik Saksono.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana penyuluhan, Ustadz Jazuli mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menangantisipasi bahaya NAPZA pada remaja yang merupakan bibit unggul Kecamatan Blimbing. “LKKNU hadir dalam keluarga dalam rangka memberikan konseling melalui kader–kadernya, melalui penyuluh–penyuluhnya agar mereka betul–betul mengamalkan seperti apa yang dilakukan, yang diimbaukan dari FKPAI,” ucapnya.

Sekertaris Pengurus Cabang (PC) LKKNU Kota Malang Rosania mengatakan,  acara ini dihadiri sejumlah Karang Taruna kelurahan sebanyak 3 orang dari 33 generasi muda kelurahan, 2 dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU), 2 orang dari Ikatan Remaja Muhammadiyah, 2 orang dari Nasyiatul Aisyiyah Blimbing, 2 orang dari Fatayat NU Kecamatan Blimbing.

“Karena makin maraknya kasus narkoba, 80 persen penghuni Lapas Perempuan di Kecamatan Sukun Kota Malang terkena kasus narkoba. Oleh karena itu, tujuan penyuluhan ini adalah mengajak generasi muda untuk peduli lingkungan dengan upaya pencegahan dan menjadi konselor bagi teman sebaya,” ujarnya.

“Panitia tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat kepada para peserta yang akan hadir di acara penyuluhan. Sebelum masuk, peserta diwajibkan pakai masker, cuci tangan, dan cek suhu tubuh,” tambahnya.

Acara ini akan berlanjut dengan memberikan penyuluhan–penyuluhan lainnya yang berhubungan dengan remaja maupun keluarga. “Uniknya dalam acara penyuluhan ini ada remaja yang beragama non muslim, padahal undangannya dari Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementrian Agama. Setelah kami diskusikan bersama, tidak masalah karena materinya adalah masalah sosial bersama yang harus jadi perhatian bersama juga,” pungkasnya.

Pewarta: Heru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.