Prof Uril, Guru Besar Bahasa Arab Pertama di UIN Malang

Oleh: Halimi Zuhdy

Prof. Dr. Uril Bahruddin, M.A. Sosok yang tidak asing bagi kami pecinta bahasa Arab di Indonesia. Hari ini beliau dikukuhkan sebagai guru besar ilmu bidang Bahasa Arab. Selamat, Alfu Mubarok Lakum Prof. Mudah mudahan tambah berkah dan menjadi marja’ dalam kajian kebahasa araban di Indonesia khususnya dan dunia.

Bacaan Lainnya

“Ustadz Uril” biasa saya mamanggilnya. Mulai saya menginjakkan kaki di UIN Malang sebagai mahasiswa di jurusan Bahasa dan Sastra Arab, beliau mengajar materi Maharah Kalam (kemahiran berbicara), walau kelihatannya serius tapi selalu melempar senyum dan selalu menepuk pundah, “Mas Halimi” panggilan khas setiap kali bertemu dengan beliau. Kemudian ngajak berbicara, selalu tentang bahasa Arab, bagaimana mensyiarkan bahasa Arab di Indonesia.

Semester 5 beliau mengajar Al-Arabiyah Lil Siyahah, sampai hari ini saya mewarisi materi ini, asyik. Karena dengan materi ini menuntun saya untuk berwisata ke berbagai wilayah, berbagai negara, dan memberikan banyak wawasan tentang siyahah. Berwisata bukan hanya persoalan mlaku-mlaku, tetapi bagaimana menjumput bunga-bunga dalam setiap tapak yang terinjak.

“Mas Halimi harus jadi Profesor juga lo”, suatu kali dalam obrolan di masjid. “Kulo masih terus belajar untuk menjadi guru kecil dulu Prof” sambil saya lempar senyum bunga-bunga dalam hati. Obrolan sering terjadi di Masjid, buat beliau, masjid adalah markaz, karena setiap kali ke masjid wajah Prof Ulil pasti tampak.

Beliau tidak hanya mengajak dengan hal ahwalnya pada wawasan akademik, tetapi juga mengajak bagaimana melangkahkan kaki pada tempat suci, yang pada akhirnya apa pun gelar yang disandang adalah menuju hadiranNya. Dan ini, tidak hanya ketika menjadi guru besar lo, tetapi mulai sejak saya menjadi mahasiswa, ketika adzan langkah kakinya sudah tampak di pelataran masjid.

UIN Maulana Malik Ibrahim yang dikenal dengan syiar bahasa Arabnya, tetapi belum memiliki guru besar bahasa Arab. Dan Prof Uril Bahruddin lah, pemecah telor pertama sebagai Guru Besar Bahasa Arab. Dan insyallah, setelah beliau akan bermunculan para guru besar bahasa Arab dari kampus ini.

Prof Uril, sangat suka sekali mensuport muridnya untuk maju dan bersaing dengan dirinya. Buku Bi’ah Arabiyah yang pernah saya tulis, dan sudah melalang buana ke beberapa negara (Sebelum marak paperlese), tidak lepas dari tangan kreatif beliau. Dan sampai hari ini buku ini masih terus dicetak dan menjadi marja’ dalam membentuk lingkungan bahasa Arab. Buku yang berasal dari thesis ini, dan saya pertahankan di hadapan penguji pada tahun 2006, dan di tangan beliau (editor), buku ini berubah menjadi buku yang menarik. Syukran Prof Uril.

Orasi pengukuhan guru besar beliau hari ini dengan tema “Menghilangkan Trauma Persepsi Terhadap Pembelajaran Bahasa Arab”. Karena memang tidak sedikit masyarakat, khususnya di Nusantara, masih berat untuk belajar bahasa Arab, menganggapnya sulit, dan dengan alasan lainnya. Dalam orasi beliau, terdapat data otentik yang menunjukkan bahwa bahasa Arab itu mudah, di antaranya yaitu; kemampuan bahasa Arab dapat bertahan dalam waktu yang relatif panjang, terdapat kosa kata bahasa Arab yang banyak diserap oleh bahasa asing, negara-negara yang masuk dalam Liga Arab berjumlah 22 negara dan 3 negara pemantau telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara, Bahasa Arab adalah yang paling banyak digunakan oleh manusia, dan informasi bahwa bahasa Arab mudah telah disampaikan langsung oleh Tuhan alam semesta dalam kitab sucinya.

Menurut beliau, sebagian orang menganggap bahasa Arab itu sulit, padahal data di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Anggapan sebagian orang itu ternayta hanya didasarkan kepada persepsi yang tidak benar terhadap bahasa Arab. Ironisnya, persepesi salah itu seringkali berubah mrnjadi opini seolah-olah sebuah kebenaran, sehingga masyarakat menjadi trauma drngan bahasa Arab yang berlanjut pada ditinggalkannya belajar bahasa Arab. Intinya, kesan sulit belajar bahasa Arab bukan karena tabiat bahasanya yang rumit atau model pembelajarannya yang tradisional, namun karena adanya trauma terhadap persepsi yang tidak benar terhadap bahasa Arab.

Ada 5 hal yang beliau tawarkan untuk mengembalikan minat, motivasi, dan memudahkan belajar bahasa Arab dan cara menghilangkan trauma terhadap persepsi yang salah terhadap bahasa Arab, yaitu; As-Shadmah As-Salbiyyah, As-Shadmah Al-Kamaliyah, As-Shadmah At-Taba’yyah,
As-Shadmah Al-Muamaratiyyah.

Alfu Mubarok Prof Uril Bahruddin, M.A.

كلل الله مجهودكم بالخير ووفقكم إلى ما يحب ويرضى الف مبارك لكم استاذنا.

*Dosen Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.