Prof Fauzan Zenrif: Lima Karakter Orang yang Bisa Merugikan Organisasi

Prof Fauzan Zenrif

MALANG – Ass. Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M. Ag  menjelaskan ada lima sifat pekerja yang cenderung merugikan organisasi.  Hal itu ia sampaikan dalam acara rutinan Majelis 56 MWC NU Lowokwaru pada ahad (12/6/2022) di Kantor MWC NU Lowokwaru.

Pertama ialah orang yang bekerja secara efektif. Artinya, dia tahu mau kemana, caranya bagaimana, bahkan terkadang menjadi tumpuan organisasi. Ia biasanya sebagai pemimpin atau leader. Hanya saja pemimpin tersebut hanya berjalan sendiri, tanpa bisa menggerakan anggotanya.

Bacaan Lainnya

Kedua, ada yang menjadi pembantu leader. Yakni orang yang mampu menerjemahkan visi ketua dengan bekerja sesuai arahan. Namun, orang tersebut minim inovasi dia hanya mampu melakukan apa yang diperintah.

Ketiga, dia yang hanya bisa berkontribusi sedikit namun ingin tampil di depan anggotanya. Biasanya, orang tersebut menampakan dirinya di depan orang banyak dengan kesibukannya. Namun, secara hasil minim.

Selanjutnya, ada yang hanya menumpang saja, tidak berkontribusi apapun. Ia cenderung membawa beban bagi organisasi. Perannya sangat minim, namanya tercatat di dalam organisasi. Kedatanganya tidak dinanti, kepergiannya menguntungkan bagi organisasi. Orang itu disebut, PTS : Potensi Sumber Masalah.

Terakhir ialah PS: Pribadi Supresif. Orang ini merupakan sumber masalah di organisasi. Penghambat kemajuan. Bisa dikatakan Toxic. Ia hanya bisa menghancurkan dari dalam, tanpa ada kontribusi positif. Bahkan ia mempunyai topeng sosial untuk menyamar sebagai pekerja keras, agar dilihat sebagai pemeran utama. Lebih dari itu, karakter tersebut juga bisa menjadi sumber fitnah dalam menimbulkan konflik antar anggota.

Kelima sifat itu, menurutnya, selalu ada di organisasi manapun, tidak hanya NU. Hal itu bisa dihindari dengan perubahan mental seluruh perubahan organisasi.

Sebab, tidak semua anggota mempunyai mental organisatoris. Kapan ia harus menjalankan perintah ketua kapan ia juga harus berinovasi, keduanya merupakan mental yang jarang ditemui.

Pria yang juga wakil ketua PCNU Kabupaten Malang tersebut berharap, dengan jumlah anggota besar NU bisa menjadi senjata yang kuat untuk bersatu melawan kemunkaran. Apalagi dekat ini Indonesia mengalami bonus demografi dimana masyarakat mayoritas usia produktif layaknya Cina.

“Modalnya sudah cukup. Yakni jumlah anggota yang sangat banyak, bahkan nomor satu di dunia. Tinggal kita tata secara manajerial yang profesional,” terang guru besar UIN Maliki Malang tersebut.

Acara bulanan Majelis 56 MWC NU Lowokwaru tersebut dihadiri oleh ketua MWC NU Lowokwaru Gus Mujib Shofy, ST. Hadir juga ketua NU Care LAZISNU Lowokwaru Abah Miftahul Arifin, ketua Majelis 56 Ust. Zaenal Arifin, beberapa pengurus Banom IPNU, IPPNU, Banser, Ansor serta delegasi ranting Mojolangu.

Agenda tersebut juga dibuka dengan penampilan sholawat kontemporer dari ranting NU Merjosari.

Pemotongan tumpeng menjadi penanda acara berakhir, juga sebagai tanda diresmikannya kantor NU Care Lowokwaru di JL. Candi Panggung 56 Mojolangu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.