Peserta PKL Ansor Usulkan Pemerintah Jadikan Watu Gong Sebagai Kampung Budaya Metropolitan

watu gong tlogomas

MALANG – Peserta Pendidikan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kota Malang menilai pemerintah perlu menjadikan kampung Watu Gong, Tlogomas, Lowokwaru Kota Malang sebagai kampung percontohan pengembangan wisata budaya. Hal ini berdasarkan observasi langsung sejumlah peserta yang tergabung dalam kelompok empat.

Menurut mereka, warga kampung sekitar mampu mengelola situs Watu Gong menjadi tempat belajar sejarah yang menarik di tengah hiruk pikuk kepadatan kota Malang.

Bacaan Lainnya

“Ketika masuk kampung Watu Gong, sudah nampak suasana situs yang lekat dengan prasasti candi. Seperti contoh tulisan Watu Gong dimana-mana apalagi banyak petunjuk arah. Sehingga, mempermudah wisatawan masuk,” ungkap Ismail Kholili salah satu observer.

Selain itu, dukungan warga atas pengembangan situs tersebut juga tinggi. Seperti halnya pembangunan pendopo situs yang terlihat megah meskipun di lahan yang sempit.

Menurut Saiful Rahmah (47) pendopo itu merupakan hasil jerih payah warga sekitar. Pihaknya telah beberapa kali menggandeng pemerintah agar dapat membangun situs tersebut menjadi menarik.

“Dulu di zaman wali kotanya Abah Anton kami ajukan ke Pemprov Alhamdulillah bisa tembus. Namun secara proses sering gagal akibat status tanah yang tidak jelas,” ungkapnya.

Atas kerja keras itu, kampung Watu Gong dua kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Diantaranya kampung bersinar tahun 2001 dan kampung hijau di 2010 dari kota malang.

“Ada rencana sebenarnya di kampung kami nantinya kita perhias dengan pernak-pernik batu candi agar lebih indah. Namun, kita terkendala lahan parkir yang minim,” imbuhnya.

Ia bersama warga mengaku akan terus melestarikan situs ini sebagai aset peninggalan leluhur. Meski, banyak oranh diluar kampungnya menganggap negatif karena sering melakukan aktivitas islam di area tersebut.

“Budaya dan Agama harus berjalan seiringan. Saya nggak bisa memilih salah satu saja, meskipun pro kontra itu ada,” tuturnya.

Sebelumnya, peserta PKL GP Ansor Kota Malang melakukan ekplorasi terhadap sejumlah potensi yang ada di Kota Malang, Minggu (25/9).

Ekplorasi ini adalah bagian dari rihlah atau rekreasi setelah peserta mengikuti pelatihan sejak Jumat siang (23/9). Hanya saja, rihlah ini di desain dengan konsep analisa sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *