PC IPNU IPPNU Kota Malang Jamin PKPT Tidak Dihapus di Kongres

IPNU IPPNU Kota Malangq
Ilman Ardy Chalim saat memimpin rapat (dok.IPNU kota Malang)

MALANG – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Malang Ilman Ardhy Chalim menjamin eksistensi Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) tetap ada di kongres mendatang. Hal itu ia sampaikan saat agenda Rapat Pimpinan (Rapim) PC IPNU IPPNU Kota Malang pada (7/8) di Aula PCNU Kota Malang.

“Kami pastikan eksistensi PKPT tetap ada. Titipkan salam untuk seluruh kader PKPT agar jangan panik dan tetap melanjutkan program-programnya di pimpinan masing-masing,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Dihadapan para ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT), diriya memberikan harapan untuk keberlanjutan kaderisasi IPNU IPPNU di ranah kampus tersebut. Sebab, keberadaan PKPT di Kota Malang sudah memberikan manfaat bagi pimpinan yang lainnya.

“Tumbuh kembangnya PAC di kota Malang tak lepas dari distribusi kader PKPT. Selepas mereka mengabdi di PKPT hampir 80% kader terbaiknya kita arahkan untuk membantu kepengurusan di PAC. Sinergi ini sudah terjalin lama dan berhasil,” tuturnya.

Di samping itu, ia mengaku bahwa hadirnya PKPT juga mampu memberikan dampak kemahasiswaan seusai dengan tri dharma perguruan tinggi. Diantaranya adalah program Nasional Islamic Festival yang merupakan agenda kolektif PKPT se- Malang raya.

“Sudah sejak 2015 berjalan. Agendanya beragam mulai dari pengabdian masyarakat, disksusi radikalisme hingga penelitian,” tambahnya.

Ia justru menanyakan alasan penghapusan PKPT yang dianggap tidak logis dan hanya disertai dengan bumbu kepentingan politik saja.

“Kenapa kita harus mencontoh PKPT yang gagal sehingga kita harus menghapus rumah besar ini (PKPT), itu tidak logis. Harusnya kita mencontoh keberhasilan PKPT yang kemudian di jadikan program unggulan Pimpinan Pusat. Bukan justru sebaliknya,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Siti Aisyah Rosadi Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) juga telah berkoodinasi dengan pimpinan se- Jawa timur untuk tetap berupaya menjaga eksistensi PKPT.

“Isu ini sudah menjadi bahasan nasional, kami juga telah memikirkan segala hal yang terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, isu penghapusan PKPT mencuat setelah pernyataan Ketua PBNU Nusron Wahid yang meminta untuk tidak ada lagi ada IPNU IPPNU di kampus. Kalimat itu didukung oleh pernyataan Gus Yahya Ketum PBNU yang menginstrusikan untuk umur IPNU IPPNU di tekan hingga 24 tahun saat kongres IPNU IPPNU di Jakarta nanti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.