Mengenal Ilmu Hadis Riwayah dan Dirayah

Oleh: Titin Atikoh

Sebagai salah satu studi keilmuan yang sangat gundamental dalam prespektif agama, maka keberadaan hadis tentu sangat mampu untuk memberikan wadah terbaik bagi kita sebagai umat islam untuk menjalankan seluruh syariat agama dengan baik dan benar.

Bacaan Lainnya

Perlu diketahui juga bahwa konsentrasi ilmu ini memang sedikit perlu untuk diulas secara lebih deteail karena memiliki beberapa aspek dan turunan yang sangat kompleks. Salah satu diantara turunan tersebut adalah hadist riwayah dan dirayah.

Dua jenis ini penting untuk diketahui sebagai dalih pemahaman tentang hadist yang lebih baik. Akan tetapi Sebelum kita lebih detail membahasan dan masuk pada pola pemahaman mengenai hadis dirayah dan ilmu riwayah,

maka alangkah baiknya kita harus mengetahui apa itu ilmu hadis secara umum agar pemahaman menjadi lebih runtut dan tentu lebih akurat.

Apa Itu Ilmu Hadis?

Ilmu hadis biasa disebut (u’lum al-hadis) memiliki  susunan kata dalam jenis, yaitu ilmu dengan artian (ulum) dan kemudian al-hadis. Dalam Bahasa arab kata ulum  yaitu salah satu bentuk jamak dari ‘ilm ‘’ yang artinya’’ ilmu-ilmu’’.

 Sedangkan al-hadis  berarti segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw dari perbuatan nabi, perkataan nabi , takrir, atau sifatnya. Dengan demikian , ulum al-hadis yaitu ‘’ ilmu-ilmu yang mengulas dengan hadis-hadis nabi Muhammad  saw.

Ada beberapa pengertian lain yang tentu juga wajib diketahui oleh kita sebagai bentuk keyakinan dalam beragama mengenai keberadaan hadis.

 Dalam hal ini ada beberapa pendapat yang masyhur dan seringkali menjadi patokan untuk mengetahui secara utuh apa yang dimaksud hadis dari akar dan sumber utamanya.

pendapat pertama mengungkapkan bahwa Ilmu hadis adalah suatu ilmu  yang membahas tentang bagaimana hadis-hadis bisa terhubung hingga sampai kepada nabi Muhammad .

 Baik dari sisi dhabit-nya  dan keadilan dari periwayatnya,  maupun dari sisi sambung atau putusnya hubungan sanad atau silsilah keilmuan.

Dalam pendapat lain juga diterangkan bahwa adanya Ilmu hadis merupakan bentuk dan cara dalam mengetahui kaidah-kaidah yang berhubungan  dengan periwayat hadis  atau sesuatu yang diriwayatkanya hadis tersebut.

Menurut Wakid Yusuf (2016) [1]mengutarakan bahwa Ilmu hadis adalah ilmu yang mempelajari tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui bagaimana keadaan sanad dan matan hadis

Macam-Macam Ilmu Hadis

Setelah mengetahui apa itu pengertian ilmu hadis dari beberapa sisi, maka hal selanjutnya kita wajib mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengan ilmu hadis

berdasarkan jenisnya. Pada aspek inilah kita akan masuk pada pembahasan mengenai jenis ilmu hadis dirayah dan ilmu hadis riwayah.

Ilmu Hadis Riwayah

Berbicara mengenai Ilmu hadis riwayah adalah ilmu yang membahas tentang periwayatan segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw, seperti perkataan beliau , pengakuan atau biasa kita sebut taqrir , perbuatan beliau , sifat jasmaniah, atau akhlak beliau  dengan cara cermat atau teliti.

Hal ini berdasarkan pada pendapat ini menurut Muhammad’ Ajjaj al-khatib. Berdasarkan hal tersebut maka ada beberapa objek kajian, objek kajian tersebut meliputi beberapa hal yakni pada segi periwayatanya hadis dan pemeliharaanya  hadis.

Untuk pola periwayatan hadis tentunya berdasarkan pada aspek penerimaanya dan juga cara penyampaianya dari seorang perawi kepada perawi lainya .Sedangkan untuk cara pemeliharaan hadis biasanya dilakukan dalam bentuk hafalan, penulisan, atau pembukuanya.

Pada aspek lebih lanjut penting juga untuk diketahui bahwa keberadaan Ilmu hadis  ini sudah ada pada zaman Rosulullah saw masih hidup, sehingga kita wajib juga mengetahui beberapa perjalanan serta sejarah dalam proses penyusunan kitab yang membahas mengenai ilmu hadis riwayah ini.

Singkatnya Penyusunan hadis kitab riwayah  dilaukan dan diinisiasi atas dekrit kebijakan yang dilakukan oleh khalifah ‘’umar ibn’abdl aziz ‘’dan sebagai penanggung jawab untuk memantau hal tersebut maka seorang khalifah yaitu seorang ulama hadis yang bernama imam az-zuhri yang wafat ditahun 124H,

 adapun gerakan penulisan hadis riwayah secara kolosal  baru dimulai pada abad tiga H, dan hal tersebut dilakukan oleh ulama besar seperti Imam Bukhori, Imam Muslim, dan Abu Daud. adapun perkembangan setelah abad  ketiga pada hadis riwayah tidak begitu berkembang.

Ilmu Hadis Dirayah

Selanjutnya adalah Ilmu hadis dirayah yang sejak awal memang memiliki hubungan erat dengan kaidah ilmu hadis sebelumnya. Dalam artian ilmu yang mempelajari tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan perawinya dan sesuatu yang diriwayatkan.

 berdasarkan pengertian tersebut maka ada objek dari produk hadis dirayah ini, yaitu sanad dan matan.untuk produk hadis dirayah sanad memiliki pembahasan meliputi sanadnya bersambung, segi kepercayaan sanad, bebas dari kejanggalan, hingga bebas dari cacat.

Sedangkan untuk produk jenis hadis dirayah matan memiliki pembahasan seputar kesesuaian hadis dengan kandungan al-Qur’an,kebebasan dari kejanggalan redaksi (rakiku al-alfaz) hingga kebebasan dari cacat atau kejanggalan makna., dan terakhir adalah kebebasan dari gharib (kata-kata asing).

Dari dua pokok dasar ulum  al-hadis diatas yaitu riwayah dan dirayah maka muncullah bermacam-macam cabang ilmu hadis, diantaranya seperti Ilmu rijal al-hadis (ilmu yang mengkaji tentang perawi hadis, baik dari dari sahabat, tabi’in dan generasi perawi setelahnya).

ada juga Ilmu garib al-hadis (ilmu yang menjelaskan adanaya lafaz-lafaz yang tidak jelas yang sulit dipahami karena jarang digunakan).

Kemudian Ilmu al-naskh wa al-mansukh (ilmu yang membahas hadis-hadis yang menasikh (menghapus) hukum, dan hadis-hadis yang dihukukumnya dimansuk (dihapus).

 Pembahasan Illmu talfiq al-hadis ( ilmu yang menjelaskan tentang cara-cara mengkompromikan ( mempertemukan) hadis-hadis yang secara lahiriyah  isinya tampak bertentangan dengan hadis-hadis lainya.

 Pemahaman terkait Ilmu ‘ilal al-hadis (ilmu yang membahas hadis–hadis yang secara dzahirnya kelihatan sah, tetapi kemudian terdapat beberapa cacat /illat didalamnya.

Ada juga Ilmu Asbab al-wurud al-hadis (ilmu yang menjelaskan latar belakang, sebab-sebab atau latar belakang munculnya suatu hadis). Dan terakhir yakni Ilmu al-jarh wa at-ta’dil (ilmu yang digunakan untuk mengkritik para perawi hadis.

Ada beberapa alasan khusus yang terakhir mengapa pemahaman mengenai hadis ini sangat perlu kita ketahui.

Yang pertama tentu ntuk mengetahui kualitas hadis, kedua untuk mengidentifikasi perawi hadis, ketiga untuk mengetahui cacat (illat ) dari hadis, dan yang terakhir adalah untuk membedakan hadis shahih dan hadis lainya

Penulis Ilmu Hadis Diroyah

  • Al-qadhi abu Muhammad ar-Ramahurmuzi wafat 360 H/975 M penulis menemukan beliau seorang ulama hadis non arab, asal iran dengan kitab al-muhaddis al-fasil baina ar-Rawi wa al-wa’i.[2]
  • Imam Al-Hakim  Abu Abdillah an-naisaburi beliau wafat 321-405 H/948- 1038 M.  kitabnya bernama Ma’rifah Ulum Al- Hadis dan al-Madkhal ila kitab al-iklil.
  • Al-Khatib Al-Bagdadi wafat 463 H , kitab beliau bernama al-kifayah fi ‘IIm ar-Riwayah.

Titin Atikoh | Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang Mahasantri Ponpes Tarbiyatul Falah


[1] Wakid yusuf, ILMU HADITS RIWAYAH DAN DIRAYAH.

[2]Kitabnya bisa diakes https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=sites&srcid=ZGVmYXVsdGRvbWFpbnxmaWxlaXNsYW1pY3xneDozYjU2NTBiMjgzMmY4N2Zm

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.