Mendapat Gelar Doktor di Usia Muda, Mantan Ketua Ansor ini Buktikan Organisasi dan Akademik Bisa Seimbang

  • Whatsapp

Tidar, Malang- Prestasi di bidang akademik merupakan mimpi bagi para aktivis NU. Karena, untuk bisa menyeimbangkan aktivitas sosial dan akademik kuliah perlu kelihaian dalam membagi waktu. Namun, Dr. Mofit Jamroni, S.Pt. M.Si dapat membuktikannya sendiri. Hal itulah yang membuat berhasil mendapat julukan doktor milenial NU.

Doktor milenial asal Ponorogo, Jawa Timur ini, berhasil meraih gelar doktor di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) di usia muda, 32 tahun.

Bacaan Lainnya

Di usianya yang masih relatif muda, ia menghabiskan waktu tidak hanya di dunia akademik, namun tercatat aktif di Gerakan Pemuda Ansor Mantan Ketua GP Ansor PAC Lowokwaru periode 2017-2019 dan Wakil ketua GP Ansor kota malang bidang kerjasama Perguruan Tinggi sampai sekarang  dilain hal in juga tercatat sebagai sekretaris LPPNU Kota Malang dan Wakil Sekretaris LPPNU PWNU Jawa Timur.

Dilansir dari timesindonesia.com, dia dinyatakan lolos doktor pada Senin, 9 Agustus 2021 dengan judul disertasi Strategi Adaptasi Masyarakat Desa Terhadap Pandemi Covid-19 (Studi di Desa Kalisongo dan Desa Sitirejo Kabupaten Malang).

Pria yang aktif bersama GP Ansor lowokwaru sejak di pimpin Gus Abud ini bersyukur bisa meraih gelar doktor di usia yang masih cukup muda. Bahkan, ada beberapa tokoh dan profesor yang memberikan ucapan kepadanya.

Dirinya juga ingin menyemangati kaum sarungan, santri dan pelajar muda lainnya untuk tidak bersikap pesimis. Mofit juga santri di Pondok Pesantren Darunnaja Jalen Joresan Ponorogo.

Hal itu juga diperkuat oleh sahabatnya Sudari, M.Pd. semasa dalam satu kepengurusan PAC Ansor Lowokwaru, ia menerangkan bahwa mas Doktor itu sosok genius dan lincah. Sebagai kader muda NU ia sangat menginspirasi kaum milineal.

Menurut Heru Pratikno selaku aktivis NU Lowokwaru, dirinya memang sangat menguasai dalam hal akademik. Disamping itu, keluesan dalam aktivitas sosial juga dinilai jempol. Disamping itu, kesantrian nya juga tidak bisa diragukan. “Ketika kyai Tholhah Hasan masih sugeng (hidup) dia tidak pernah absen ngaji di Singosari.” Terangnya.

Pewarta: Malik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar