Menag Himbau Untuk Tidak Memaksakan Diri Berkurban Saat Masa PMK

dok. genpi.co

JAKARTA – Kementrian agama menghimbau untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal itu tertuang pada Surat Edaran No.10 tahun 2022 tentang panduan penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi.

Surat yang diterbitkan pada Jumat (24/6) tersebut, memuat beberapa protokoler penyelenggaraan peyembelihan hewan qurban saat Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Juli mendatang.

Bacaan Lainnya

Menag mengimbau umat Islam untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria, serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan. Bagi umat Islam yang berniat berkurban dan berada di daerah wabah atau terluar dan daerah terduga PMK, Menag mengimbau untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH).

Menurutnya, kondisi hewan yang termasuk sehat, antara lain: tidak menunjukkan gejala klinis PMK seperti lesu, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak termasuk lidah, gusi, hidung, dan teracak atau kuku. Selanjutnya, hewan tersebut mengeluarkan air liur/lendir berlebihan, dan tidak memiliki cacat, seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekor, atau mengalami kerusakan daun telinga kecuali yang disebabkan untuk pemberian identitas,

Namun bagi mereka yang ingin tetap melaksanakan penyembelihan hewan, harus melakukan beberapa ketentuan. Diantaranya adalah melaksanakan penyembelihan hewan kurban di area yang luas dan direkomendasikan oleh instansi terkait. Selain itu, penyelenggara dianjurkan membatasi kehadiran pihak-pihak selain petugas penyembelihan hewan kurban dan orang yang berkurban.

Petugas menerapkan protokol kesehatan pada saat melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan hingga pendistribusian daging. Selanjutynya, petugas harus memastikan kesehatan hewan kurban melalui koordinasi dengan dinas/instansi terkait. Terakhir, penyembelihan dilakukan oleh petugas yang kompeten dan sesuai dengan syariat Islam.

Unduh panduan lengkapnya disini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.