Memahami Makna Akhlak, Khalik, dan Makhluk

Oleh: Halimi Zuhdy

Kita sering mendengar kata-kata akhlak, etika dan moral. Tetapi, tidak sedikit orang yang belum memahami perbedaan beberapa istilah di atas. Ada orang yang tidak beretika, dianggap tidak berakhlak, dan sebaliknya. Apakah berjalan merunduk dan berjalan sambil merunduk, bahkan ada yang berjalan ngesot di depan seseorang itu akhlak atau etika?, Ini terkadang perlu dipahami antara keduanya. Tetapi, dalam tulisan ini hanya akan mengurai makna akhlak dalam bahasa Arab, sebagai asal bahasa yang digunakan dalam bahasa Indonesia.

Bacaan Lainnya

Akar kata dalam bahasa Arab mempunyai 3000 perubahan (tashrif) dan melahirkan kata-kata baru. Dan satu kata baru dapat melahirkan 10 kata baru dan seterusnya. Betapa kayanya.

Dan kata dalam bahasa Indonesia banyak menyerap dari bahasa Arab, ada yang masih utuh (sesuai aslinya) lafal dan artinya, seperti; bakhil, bathil. Ada yang lafalnya berubah, dan artinya tetap, seperti; resmi (rasmiyun), lalim (dhalim). Ada yang lafal dan artinya berubah, seperti; logat dari Lughah, petuah dari Fatwa, perlu dari Fardhu).

Tiga kata di atas; Khaliq (pencipta), Makhluq (makhluk) dan Akhlaq (Akhlak) dari huruf-huruf yang sama; kha’, lam, dan qaf diserap dari Bahasa Arab dengan lafal dan maknanya tidak berubah. Bila ada kata berdekatan, maka ada kesamaan makna, atau melahirkan keterkaitan makna.

Mari kita lihat hubungan dari kata di atas.
Khaliq (خالق) adalah ism Fa’il (bentuk pelaku) berasal dari masdhar; khalqan (خلْقا), Sedangkan Madhi dan Mudhari’nya (خَلَق يخْلُق). Yang artinya adalah membuat, menciptakan, membentuk, menjadikan. Menjadikan dari yang tiada, membentuk sesuatu (Mu’jam Ma’ani, Lisan, Ma’ashir).

Demikian juga dengan kata “Makhluq” berasal dari kata yang sama (sesuai: Masdhar, Madhi, Mudhari) dengan kata khaliq (Pencipta), namun dengan bentuk Ism Maf’ul (yang dikenai pekerjaan), maka Makhluq bermakna; Yang diciptakan. Maka, arti makhluq adalah segala yang diciptakan Tuhan. Ia diluar Tuhan (masiwallah).

Akhlaq, berasal dari Khalqun (خلْقا) Jama’ Khukuqun (خلُوق). Khalqu bermakna; inovasi, kreatif, menciptakan dari yang tiada menjadi ada. Sedangkan kata “Khuluq” (خُلُق) jama’nya adalah “Akhlaq” (اخلاق).

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0oBYgFx4Nret8jLsJCpTyFEmGjF8bTUzwm37T9mXsmz5k8mj6UcRjKVouDmU89tK8l&id=1508880804

Akhlaq dalam Mu’jam bahasa Arab diartikan dengan karakter (at-thab’u), watak asli (al-sajiah), karena ia mampu melakukan, menetapkan, mengira apa yang dilakukannya. Ibnu Faris memaknai dengan “Menentukan sesuatu atau memastikan, atau menyentuh sesuatu”

قال العلاّمة ابن فارس:(الخاء واللام والقاف أصلان: أحدهما تقدير الشيء، والآخر ملامسة الشيء).

Sedangkan menurut Istilahnya adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa, darinya timbul berbagai prilaku/perbuatan yang mudah dilakukan tanpa melalui berfikir (spontan), baik prilaku yang terpuji atau tercela. (Abdus Salam Hamud)
والأخلاق في الاصطلاح هي هيئة راسخة في النفس، يصدر عنها العديد من الأفعال بشكل سهل ومُيسّر، دون الحاجة للتروي أو التفكير، فمن الممكن أن يصدُر عن هذه الهيئة أفعال مذمومة أو محمودة.

Apa kaitannya dari setiap kata yang dimunculkan; Akhlaq, Khaliq dan Makhluq?

Akhlaq adalah sesuatu yang “diciptakan” oleh seseorang sehingga menjadi sebuah ciptaan diri (watak, kebiasaan, perangai, tingkah laku, tabiat), karena ia mencipta sendiri prilakunya setiap saat (dengan batas waktu tertentu), maka menjadilah karakter diri, bila sudah menjadi karakter, ia melakukan sesuatu tanpa berfikir. Perbuatannya tidak dibuat-buat, tapi sudah menjadi kebiasaannya.

Akhlaq juga bisa bermakna, seseorang yang kreatif (mubtakir, mubdi’) yang meniru sifat-sifat Tuhan, menuju sebuah kebaikan. Dan orang-orang yang tidak berakhlaq, mereka yang suka melakukan kemandekan, kerusakan, dan keterbelakangan.

Maka, akhkaq adalah ciptaan-ciptaan untuk mempola diri, prilaku, perbuatan yang sesuai dengan watak umum (rasa kebaikan), maka prilaku itu diciptakan oleh iman dan ikhsan seseorang. Maka, bila ada orang yang disangka beriman, tapi prilakunya tidak baik, maka keimannya dipertanyakan.

وخيرُ الْخَلقِ من كان مؤمِنًا واتّصَف بحسن الخلق، قال عليه الصَّلاة والسَّلام: (إنَّ خيارَكم أحسنُكم أخلاقًا) رواه البخاري.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.