LPBHNU Blimbing Dampingi Warga yang Diduga Jadi Korban Perselingkuhan Oknum ASN

MALANG – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) MWC NU Blimbing memberikan bantuan hukum kepada salah satu warga (M) Blimbing yang di duga menjadi korban perselingkuhan atau tindakan asusila oleh oknum ASN Kota Malang (EP).

Fajar Santosa, S.H.,M.H. sebagai anggota tim bantuan hukum membenarkan adanya salah satu warga yang melapor permasalahan kepadanya. Awalnya, pihaknya menerima konsultasi terhadap korban. Sesuai dengan prosedur, LPBHNU lantas membentuk tim yang beranggotakan empat advokat untuk membantu penyelesaian masalah.

Bacaan Lainnya

“Awalnya konsultasi saja. Mulai dari perspektif hukum pidana dan perdata. Kemudian kita berikan form sesuai dengan protap LPBHNU. Dari situ kita menentukan langkah pendampingan,” jelas wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Blimbing tersebut.

Namun, dari sekian opsi langkah hukum pihaknya memilih pengaduan kode etik yang tertuju wali Kota, Sutiaji agar mendapatkan sanksi kedispilinan. Hal ini sesuai dengan permintaan korban.

“Kami sudah melayangkan surat tertulis kepada Wali Kota. Namun sampai saat ini belum ada jawaban,” ucapnya kepada Nuvoices saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp.

Saat ditanya lebih jauh tentang kronologis, dirinya pun enggan membeberkan. Pihaknya lebih memilih menjaga privasi serta kondisi pisikis korban yang menurutnya semakin menurun seiring berita ini mencuat.

Ia berharap Pemerintah kota Malang memberi kejelasan terkait surat yang sudah diberikan. Dengan harapan kasus ini bisa selesai dengan keadilan diberikan kepada korban atau pengadu.

“Kami serahkan penuh kepada pemerintah kota Malang untuk memutuskan. Sebab ini termasuk pelanggaran berat kode etik,” imbuh pria yang juga Dosen hukum acara pidana di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dengan adanya kasus ini, bisa menjadi pengingat bahwa segala bentuk tindakan hukum pasti ada konsekuensinya. Sehingga, pihaknya mengajak untuk jangan ragu melaporkan jika ada kasus serupa kepada LPBHNU.

“Ini sebagai bentuk bantuan pelayanan hukum kepada masyarakat. Kami sangat terbuka jika ada masyarakat khususnya warga Nahdliyin yang berhadapan dengan hukum agar bisa melapor ke kantor kami,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *