Kiai Marzuki Mustamar Jelaskan Ciri Ibadah Palsu

Kiai Marzukui Mustamar saat menjadi Maoidhoh hasanah HBH Yayasan Sabilillah Malang (dok.youtube)
Kiai Marzukui Mustamar saat menjadi Maoidhoh hasanah HBH Yayasan Sabilillah Malang (dok.youtube)

MALANG – Di bulan fitri, K.H. Marzuki Mustamar Pembina Yayasan Sabilillah menjelaskan tentang fenomena ibadah palsu. Hal itu ia sampaikan pada acara halal bi halal Yayasan Sabilillah pada Jumat (7/5/2022) di Masjid Sabilillah.

Menurutnya banyak masyarakat sekarang yang melakukan ibadah hanya bungkus atau perilakunya saja. Namun, hatinya tidak lillahita’ala. Seperti contoh orang nikah dua. Secara ucapa betul ingin Sunnah rosul namun, secara batin hanya ingin melampiaskan nafsu saja.

Bacaan Lainnya

“Makna Fitrah itu murni niatnya tidak modus, asli tujuannya tidak palsu. Jadikan semua niat beribadah karena Allah ta’ala. Maka itu yang dinamakan Fitrah,” dawuhnya.

Ia lalu mencotohkan seorang pemimpin yang suka mengumbar janji ketika kampanye namun, ketika jadi hilang ucapan. Seperti itu menurutnya, tidak fitrah. Secara dhohir ingin berjuang di jalan Allah, tetapi secara hati ingin mendapatkan simpati dari orang lain.

“layaknya Raden Patah ketika memimpin demak full untuk memback-up dakwah dari para wali. Seperti itu, pemimpin yang fitrah hatinya. Asli tidak modus,” tambahnya.

Dirinya berpesan kepada seluruh keluarga Yayasan Sabilillah untuk tetap menjaga keikhlasan dalam meneruskan perjuangan para pendiri Sabilillah.

“Jalankan full karena Lillahita’ala. Apalagi sabililillah adalah yayasan din (baca: agama). Seperti hadist nabi; agama adalah ketulusan, kalau tidak tulus maka hanya agama sandiwara,” tutupnya.

Sebelumnya, acara halal bi halal digelar secara luring di Masjid Sabilillah Malang. Acara tersebut dihadiri Prof Rofiudin selaku Pembina yayasan Sabilillah, Prof Ibrahim Bafadhol Ketua Bidang pendidikan, Prof Masud Said ketua bidang sosial kemasyarakatan, K.H Chamzawi Rois Syuriah PCNU Kota Malang, Rektor UNISMA Prof Masykuri dan para tokoh, ulama.

Disisi lain, acara tersebut juga dihadiri oleh ratusan keluarga besar ketua, pengurus, guru, karyawan Yayasan Sabilillah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.