Ketika Rasulullah Saw Roasting Gurau Sahabatnya

Sahabat Anas bin Malik ra. menceritakan, ada seorang badui bernama Zahir ra.. Suatu ketika dia mengunjungi Rasulullah ﷺ dan memberikan beliau hadiah sebuah produk khas padang pasir. Ketika dia hendak meninggalkan kota Madinah, Rasulullah ﷺ hendak memberikannya pembekalan dari produk perkotaan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Zahir adalah seorang badui dan teman kita, dan kita adalah tempat tinggalnya.”

Bacaan Lainnya

Rasulullah ﷺ begitu mencintai Zahir meskipun dia bukan seorang yang tampan. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ menemuinya saat dia sedang menjual barang-barang berharganya, Rasululllah ﷺ memeluk Zahir dari belakang, sehingga dia tidak bisa melihat siapa yang memeluknya.

“Siapa ini? Lepaskan saya,” kata Zahir.

Kemudian, Zahir menoleh ke belakang dan menyadari bahwa yang memeluknya adalah Rasulullah ﷺ. Ketika menyadari bahwa yang memeluknya adalah seorang manusia terindah, dia mendorong punggungnya menekan dada Rasulullah ﷺ. Namun, Rasulullah ﷺ malah menggodanya.

“Siapa yang mau membeli budak ini?” ungkap Rasulullah ﷺ.

“Wahai Rasulullah ﷺ, jika demikian, Demi Allah, kamu akan mendapatkan harga yang murah,” respon Zahir.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah ﷺ menjawab, “Tapi kamu mahal di hadapan Allah.”

Dengan ini membuktikan, Rasulullah ﷺ tidak hanya menjadi manusia yang bijak, tegas dan berwibawa. Namun, beliau juga merupakan pribadi yang rilex.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *