Keputusan K.H. Miftahul Akhyar Mundur Ditolak MUI Pusat

Kiai Miftahul Akhyar Saat memebrikan Pidato Harlah NU 99 (dok.tvnu)

MALANG – Seperti diberitakan sebelumnya, KH Miftchul Akhyar, memutuskan memundurkan diri sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal itu disampaikan oleh Kiai Miftah saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat Rabu (9/3/2022).

Detik melansir bahwa Keputusan Kiai Miftah mengundurkan diri ditolak oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal itu karena sosok Miftachul Akhyar masih dibutuhkan untuk memperkuat umat.

Bacaan Lainnya

Alasan lain ditolaknya keputusan ketua MUI mengundurkan diri karena saat ini umat tengah menghadapi pemulihan ekonomi. Hal itulah yang menyebabkan MUI kembali mempertimbangkan keputusannya.

Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan buka suara terkait pengunduran diri ketua MUI. Dia mengungkapkan, MUI sepakat menolak pengunduran dirinya.

Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan buka suara terkait pengunduran diri ketua MUI. Dia mengungkapkan, MUI sepakat menolak pengunduran dirinya.

Ditolaknya keputusan ketua MUI mengundurkan diri berdasarkan rapat pimpinan MUI pada Selasa (15/3). Hasil rapat itu, kata dia, KH Miftachul Akhyar masih tetap menjabat sebagai Ketua Umum MUI.

Berdasarkan rapat pimpinan (rapim), permohonan ketua MUI mengundurkan diri ditolak. Hal itu sudah mempertimbangkan dan melihat kondisi umat saat ini.

Amirsyah menyatakan, Ketua MUI KH Miftachul Akhyar diamanahkan memimpin MUI. Keputusan itu berdasarkan hasil Munas MUI X.

“Artinya permohonan mundur sebagai ketum MUI tidak terima atau ditolak karena amanah Munas MUI X beliau memimpin MUI 2020-2025,” tuturnya.

Ditolaknya permohonan ketua MUI mengundurkan diri karena sosoknya dinilai masih dibutuhkan. KH Miftachul Akhyar masih dibutuhkan untuk mempersatukan umat.

Terlebih, kata Amirsyah, saat ini umat tengah menghadapi pemulihan ekonomi. Kepribadiannya yang rendah hati dan mengayomi dinilai pantas memimpin umat.

“Sebagai ulama yang rendah hati, tawadu’ dan mengayomi beliau sebagai pemimpin umat baik sebagai Rais Am di NU, maupun di MUI dibutuhkan untuk mempersatukan umat di tengah suasana umat dan bangsa menghadapi pemulihan ekonomi semoga Allah menyelamatkan bangsa Indonesia dari persoalan ekonomi, politik sehingga Pemilu 2024 dapat berjalan dengan aman, damai dan sukses Aamin,” tuturnya.

Sebelumnya, penolakan juga dating dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Pihaknya keberatan atas mundurnya, KH Miftachul Akhyar, sebagai Ketua Umum MUI Pusat.

Hal itu ditegaskan oleh MUI Jawa Timur dalam Nota Keberatan Nomor A-13/DP-P/III/2022, yang di tandatangani langsung oleh Ketua Umum MUI Jatim, KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah dan Prof Akh Muzakki.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *