Kader IPPNU Menilai Perusakan Tradisi Ruwatan Jauh dari Teladan Rasul

MALANG – Kurnia Islami, S.Pi, ketua IPPNU Cabang Kota Malang 2018-2020, menyayangkan adanya perusakan sesajen yang akhir-akhir ini viral di media sosial. Dirinya menilai tradisi ruwatan merupakan bagian dari bentuk keberagaman Indonesia yang harus di jaga.

“Perbuatan itu jelas jauh dari teladan Rasul. Kita tahu sendiri bahwa di zaman nabi dengan adanya Piagam Madinah beliau mengajarkan kepada kita untuk menghargai keyakinan dan agama yang berbeda,” terang Kurnia panggilanya.

Bacaan Lainnya

Dirinya menambahkan perbedaan keyakinan adalah sebuah ramhat yang diberikan oleh Allah Swt. Ketentuan tersebut merupakan hidayah yang harus di Ilhami. Sebab, Perbedaan adalah sebuah ketetapan Allah Swt. yang tidak bisa dihindarkan.

“Dalam Al Quran sudah jelas bahwa manusia memang diciptakan berbeda-beda untuk saling mengenal, bukan untuk saling menyakiti bukan untuk saling mencela. Boleh kita beda keyakinan, cara, dan tempat beribadah, tapi menghormati perbedaan adalah hal yang perlu,” tambahnya.

Ia berpesan kepada Kader NU, khususnya kepada IPPNU untuk tersu menebarkan islam yang moderat dan santun. Sebab dengan itu, masyarakat akan menikmati Indonesia dengan keberagaman keyakinan di dalamnya.

“Kader NU berperan penting menyebarkan pemahaman islam yang toleran dan moderat, yang menghargai perbedaan. Memahamkan pada orang-orang terdekat juga melalui media sosial bahwa islam itu menghargai perbedaan termasuk menghormati hak orang-orang yang berbeda keyakinan dan agama,” tutupnya.

Top of Form

Yoast SEO

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.