Jumat Call: Hendak Mencukur Kumis? Baca Do’a Berikut

Jumat Call: Hendak Mencukur Kumis? Baca Do’a Berikut

Mencukur kumis merupakan salah satu amalan sunnah di hari Jum`at. Dianjurkan bagi laki-laki yang sudah memiliki kumis panjang dan lebat untuk mencukur kumis. Menurut mayoritas ulama, hari terbaik mencukur kumis adalah hari jum`at.

Hal ini karena Nabi mencukur kumisnya pada hari Jumat. Hal tersebut dikemukakan oleh Imam al-Baihaki dalam kitab Al-Sunan Al-Kubra karya Abu Jafar di bawah ini.

Bacaan Lainnya

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَارِبِهِ وَأَظَافِرِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

Artinya : Nabi Saw. biasa mencukur kumis dan kukunya di hari Jumat.

Adapun batas waktu mencukur kumis adalah tidak lebih dari 40 hari. Sebagaimana hadis riwayat Imam Muslim dari Anas bin Malik, dia berkata;

وقت لنا في قص الشارب وتقليم الاظفار ونتف الابط وحلق العانة ان لا نترك اكثر من اربعين ليلة

Nabi Saw. memberikan batas waktu kepada kita untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar kita jangan membiarkan melebihi dari empat puluh malam.

Lafal doa mencukur kumis sebagaiman dikemukakan dalam kitab Tsawab Al-A’mal berikut :

يستحب القول عند تقيليم الاظافر وقص الشارب في كل جمعة: بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَعَلَى سُنَّةِ مُحَمَّدٍ وَاَلِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ

Artinya : Disunnahkan ketika memotong kuku dan mencukur kumis setiap Jumat untuk mengucapkan;
Bismillaahi wa billaahi wa ‘alaa sunnati muhammadin wa aali muhammadin sholawaatullaahi wa salaamuhuu ‘alaihim.

Dari uraian tersebut, seorang muslim dapat mencukur kumis di hari jum`at dan mengucapkan lafal doa mencukur kumis sebagai berikut :

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَعَلَى سُنَّةِ مُحَمَّدٍ وَاَلِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ

Bismillaahi wa billaahi wa alaa sunnati muhammadin wa aali muhammadin sholawaatullaahi wa salaamuhuu alaihim.

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, dan karena Allah, serta mengikuti sunnah Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Semoga rahmat Allah dan salam-Nya senantiasa tercurah kepada mereka.

Wallahua’lam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *