Jangan Panik, Daging Hewan Terjangkit PMK Aman Dikonsumsi

qurban pmk

MALANG – Masyarakat mulai takut mengkonsumsi daging qurban nanti, akibat kasus PMK yang terus naik. Namun, drh. Anton Pronojiwo Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang menjelaskan bahwa daging qurban terjangkit PMK aman dikonsmsi .

Menurutnya, daging hewan yang terjangkit PMK aman untuk dimakan. “Tidak perlu ragu, daging yang berasal dari hewan terjangkit PMK aman untuk dimakan,” teranganya dalam acara podcast LAZIS Sabilillah pada Selasa (5/7).

Bacaan Lainnya

Namun, ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dalam mengolah jeroan. Sebab, penyakit PMK ini bermuara pada mulut, sehingga saluran pencernaan perlu perlakuan khusus.

“Khusus jeroan hijau. Mulai dari mulut, kerongkongan, lambung dan usus perlu di rebus dulu hingga 70 derajat (sampai mendidih). Itu bisa mematikan kuman dan bakteri yang menempel di mulut hewan hingga kedalam,” tambahnya.

Ia juga menekankan kepada panitia hewan qurban untuk tetap melakukakan higenisasi kandang serta disenfektan kepada hewan. Hal ini dimaksudkan untuk menekan penularan PMK.

“Meskipun melalui aerosol atau udara, media penularan juga bisa melalui manusia, kandang, dan transportasi yang digunakan. Karena itu, perlu ada penyemprotan disenfektan agar bakteri dan kuman mati,” terangnya.

Selain itu, panitia qurban juga hendaknya menjaga kebersihan saat penyelenggaran hari-H, baik saat penyembelihan, pengulitan, hingga pemecelan daging. Hal ini dimaksudkan agar kesehatan daging saat disalurkan nanti tetap terjaga.

Dokter hewan tersebut juga menghimbau untuk tetap melaksanakan SOP sesuai Surat Edaran menteri tentang penyelenggaraan qurban.

“Kita sudah ada SE dari menteri tentang juknis penyelenggaraan hewan qurban. Mulai dari pengaturan lalu lintas hewan hingga penyelenggaraan qurban tiap musholla, atau masjid. Karena ini wabah nasional semua sudah di atur,” tambahnya.

Khusus penyedia atau penjual hewan, dia berharap untuk melapor lapor ke Dinas. Nantinya, hewan yang sudah terlaporkan akan dikontrol dan dicek oleh dokter hewan dinas untuk dilihat sejauh mana kesehatan hewan tersebut.

“Cukup ngisi form atau datang ke dinas, nanti akan kita pandu,” ujarnya.

Diakhir, dia berharap masyarakat tidak takut berlebih dengan adanya PMK ini. “Mari kita rayakan idul adhan dengan riang gembira,”  tutup dokter anton panggilanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *