Isu Penghapusan PKPT, Ketua IPNU Kota Malang: Sebenarnya Apa Masalah di PKPT?

Rekan Ilman Ketua IPNU Malang (Dok. Istimewa)

MALANG – Ketua Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kota Malang mempertanyakan isu penghapusan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) pada kongres IPNU tahun 2022 ini.

Menurutnya, hadirnya pimpinan yang megurus segmen mahasiswa tersebut cukup mempunyai andil besar dalam mengembangkan IPNU di daerahnya. Sebab, berdirinya Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) juga tak lepas dari para alumni PKPT yang kembali di daerahnya.

Bacaan Lainnya

“Selama ini tidak ada masalah (hadirnya PKPT). Justru hadirnya bermanfaat untuk PC IPNU Kota Malang,” ujarnya di sela acara Pelatihan Instruktur PC IPNU Kota Malang (29/7).

Tak hanya itu, menurutnya, adanya segmen mahasiswa di tubuh IPNU juga menjadi suntikan energi baru terutama dalam hal intelektualitas. Tak hayal, IPNU di kota Malang turut menjadi salah satu pimpinan yang mempunyai daya saing dalam hal akademik.

“Sebaran kader kita ada di kampus besar seperi UB, UIN, UM, UNISMA. Itu jelas mempengaruhi kultur di Cabang Kota Malang,” imbuhnya.

Dirinya juga menepis bahwa keberadaan PKPT menjadi pemicu gesekan antara IPNU dengan organisasi NU lainnya. Ia menganggap di Kota Malang, gesekan itu sudah diredam seiring dengan kedewasaan berorganisasi.

“Memang ada (gesekan) beberapa kali, namun hal itu kita selesaikan dengan dialog dan hari ini fair-fair saja. Tidak ada masalah,” ujar Ilman panggilanya.

Ia berharap isu reposisi atau penghapusan PKPT hanya menjadi angin lalu. Sehingga, Kongres nanti forum bisa fokus pada substansi pengembangan IPNU agar bisa selangkah lebih maju dari periode sebelumnya.

“PR kita masih banyak. Dari segi kaderisasi, Komisariatisasi hingga digitalisasi IPNU. Semoga forum nanti mempu menghasilkan yang terbaik untuk maslahat IPNU kedepan,” tutupnya.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat IPNU akan menyelenggarakan kongres yang ke-20 pada tanggal 12-15 agustus mendatang di asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.  Hajat tiga tahunan tersebut akan dihadiri oleh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang se-Indonesia.

Selain membahas rekomendasi program kerja dan organisasi, forum tersebut akan memilih ketua umum untuk periode 2022-2025 kedepan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar