Hari Kartini KMNU UB: Tips Menghilangkan Rasa Mager Saat Puasa

Screenshoot Zoom Meeting Webinar Hari Kartini KMNU Universitas Brawijayab (dok.enda)

MALANG – Ning Nuvis menghimbau kepada para peserta untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan beribadah di Bulan ramadhan. Hal itu ia sampaikan pada Webinar & Talkshow Hari Kartini yang digelar oleh Bidang Keputrian Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Brawijaya (KMNU) pada Ahad, (24/4/2022).

 “Perempuan hebat, perempuan yang berilmu tidak akan menyiakan romadhon sebagai lumbung ibadah,” Ungkap ibu pemilik usaha Zaadalicious tersebut.

Bacaan Lainnya

Dirinya kemudian memberikan kunci agar tidak mager di bulan Ramadhan. Hal yang pertama dilakukan adalah dengan meminta kepada Allah Swt.

“Apa ikhtiar yang bisa kita lakukan? Yang pertama adalah doa. Nyuwun sama Allah supaya dijauhkan dari kemalasan. Nah ini penting penting, kita tidak akan bisa istiqomah. Kita tidak akan bisa langgeng ibadahnya kalau tanpa pertolongan-nya Allah,” terangnya.

Ning Nuvis juga memberikan kepada para peserta webinar untuk mengamalkan wirid wirdu latif setiap pagi dan sore agar terhindar dari kemalasan.

Allahumma innia’udzubika minal-ajziwal-kasali. Itu ada dalam Wirdul latif.  Membaca wirdul latif setiap pagi itu akan menjaga semangat kita dari pagi sampai malam. Nah akan lebih baik panjenengan semua mengistiqomahkan sedikit sedikit yang bisa menjaga kita dari kemalasan. Itu sangat penting, lebih lebih di bulan suci Ramadhan,” tutur wanita yang akrab dipanggil Ning Nuvis tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan topik kedua dari Ketua Yayasan Jang Oetama, Dr. Ari Kamayanti SE., MM. Beliau membawakan topik “Membangun literasi & Pendidikan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan”.

“Sebenarnya banyak hal yang dibicarakan mungkin terkesan tabu. Tapi sebetulnya itu bagian dari kita mengasah kecerdasan gitu ya,” tandasnya.

Ia menjelaskan jika kodrat wanita itu memang di waktu tertentu tidak boleh beribadah. Seperti haid atau nifas. Namun, bukan berarti menjadikan fitrah itu menjadi halangan untuk lebih dekat dengan Allah Swt.

“Kalau kata Ning Nuvis tadi ya cerdas itu harus memahami seperti tadi terkait dengan haid gitu ya, dan kapan kita kemudian tidak boleh beribadah bukan berarti kita tidak beribadah, tidak mendapatkan pahala dan seterusnya itu bagian dari kecerdasan,” tambah Dosen Polteknik Malang tersebut.

Berlangsung melalui Zoom, Webinar tersebut dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta dari berbagai daerah. Irfan Fadhlullah, salah satu peserta yang aktif mengaku puas dengan acara yang digelar.

“Dari awal sampai akhir alhamdulillah saya angat tercerahkan sekali dengan kedua materi yang dibawakan. Saya dapat mengambil perspektif keislaman dari Ning Nuvis dan mengambil perspektif kelimiahan dan pengetahuan dari Dr. Ari,” ungkap, Mahasiswa Universitas Samarinda tersebut.

Pewarta : Enda Sartika

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *