Belajar dengan Menyenangkan di Masa Pandemi

Oleh: Erin Yupita Nur Rohmah

Semua orang pasti tidak asing dengan kata belajar. Memang benar, belajar sudah menjadi unsur penting dalam kehidupan. Tidak hanya anak-anak, selama masih ada di muka bumi semua orang tidak bisa lepas dari namanya belajar. Belajar sendiri memiliki aneka jenis, bisa ditemukan dimana saja, dan kapan saja. Namun pada konteks kali ini, akan membahas mengenai belajar pada anak.

Bacaan Lainnya

Belajar pada Anak

Belajar sudah sepatutnya diterapkan sejak dini, terutama ketika anak memasuki usia golden age. Menurut Kertamuda (2015, 2) golden age merupakan masa anak anak mengeksplorasi hal yang dilakukan dan mengembangkan karakter pada anak  Golden age sendiri berkisar antara umur 1-5 tahun. Di masa ini, anak-anak cenderung memiliki keingintahuan yang besar sekaligus pesatnya masa pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Mengenai masa itulah, peran orang tua, sekolah, dan lingkungan memiliki andil yang besar di dalam kegiatan nya. Pembelajaran yang diterapkan pun tidak bisa sembarangan. Perlu adanya pendekatan dan pengenalan secara bertahap supaya anak bisa berkembang secara optimal. Di samping itu, kebutuhan lain pun juga perlu diperhatikan guna menunjang pertumbuhan yang seimbang.

Namun, dalam penerapannya, tidak semua berjalan dengan mudah. Dilansir dari Ghufron dan Risnawita (2015, 299) beberapa kendala yang dijumpai selama melakukan pembelajaran yakni sulitnya memahami materi yang disampaikan, lambatnya pemahaman anak terhadap materi baru, merasa bosan dalam pembelajaran. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi tersebut disebabkan karena faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk faktor internal bisa dari faktor biologi atau bawaan dari keturunan, dan kemampuan fungsi organ tubuh. Sedangkan faktor eksternal berasal dari nutrisi, pola keseharian, kehidupan sosial, dan juga lingkungan yang ditinggali. Menghadapi kendala tersebut, apa yang harus dilakukan sebagai orang tua dan pengajar? Berikut merupakan solusi yang mungkin bisa diberikan dalam pembelajaran anak.

Belajar yang Menyenangkan pada Anak

Mengenai kendala yang dihadapi oleh anak, ada cara yang sebaiknya perlu diterapkan dalam proses pembelajaran anak. Bagi anak-anak yang masih berusia 3-10 tahun atau jenjang pendidikan TK sampai SD, idealnya membutuhkan pola belajar yang tepat. Selain dengan pola belajar yang tepat, perlu diseimbangkan dengan tempat belajar yang nyaman. Tempat belajar yang nyaman perlu disiapkan guna menunjang pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

Untuk membangun tempat belajar tersebut, perlu disesuaikan dengan kenyamanan dari siswa tersebut seperti tersedianya perangkat belajar, menambahkan ornamen yang menarik untuk siswa, dan melibatkan partisipasi peserta didik dalam membangun suasana tempat belajar yang menyenangkan. Dilansir dari Mulyati (2019,289) belajar yang disertai bermain juga membantu anak dalam belajar yang mendidik namun terarah. Maka dari itu, jangan kaku atau monoton dalam menjalankan proses pembelajaran yang diberikan.

Perlahan namun pasti, orang tua atau pengajar memberikan anak ruang sendiri atau kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dasar mereka, sambil dilakukan pengawasan. Untuk menambah semangat belajar pada anak, diberikan reward atau hadiah sebagai pemacu semangat anak dalam belajar lebih giat.

Itulah beberapa cara yang bisa diterapkan untuk belajar lebih menyenangkan pada anak. Bagaimana tanggapannya?

Referensi:

Ghufron, M. N. (2015). Kesulitan belajar pada anak: Identifikasi faktor yang berperan. Elementary: Islamic Teacher Journal, 3(2).

Mulyati, M. (2019). Menciptakan pembelajaran menyenangkan dalam menumbuhkan peminatan anak usia dini terhadap pelajaran. Alim| Journal of Islamic Education, 1(2), 277-294

Trenggonowati, D. L., & Kulsum, K. (2018). Analisis faktor optimalisasi golden age anak usia dini studi kasus di kota cilegon. Journal Industrial Servicess, 4(1).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.