Begini Cara AMAM Berbagi Berkah Ditengah Paceklik Covid

  • Whatsapp
Gus ion bersama santri saat membagikan kotak nasi ke jamaah masjid

Pandemi Covid 19 yang memunculkan berbagai cerita keprihatinan ternyata juga menyuburkan benih kepedualian kepada sesama. Salah satu yang layak diapresiasi adalah kiprah mahasiswa yang tergabung dalam Asrama Mahasiswa Agung Mubarok (AMAM). Mereka menginisisasi kegiatan sedekah yang dinamai AMAM berbagi Berkah.

Budiyono Santoso, pengasuh AMAM menjelaskan bahwa kegiatan AMAM berbagi Berkah fokus pada dua kegiatan. Yakni pemberian menyalurkan sedekah berupa nasi kotak kepada kaum dhuafa’, dan pembagian nasi kotak untuk para jamaah sholat Jum’at.

“Untuk sedekah kepada kaum dhuafa’ yakni kaum fakir miskin yang membutuhkan seperti anak jalanan,pemulung, petugas kebersihan dan lainya kami menyalurkanya pagi, siangnya baru menyalurkan untuk para jamaah ke masjid-masjid“ tandas pria yang akrab dipanggil Gus Ion tersebut.

Ia mengatakan bahwa dalam tiap kegiatan dirinya menyalurkan sekitar 100-300 paket nasi kotak yang dibagikan ke masjid-masjid yang menjadi tempat kegiatan.

“ Sementara ini kami masih fokus di masjid-masjid  yang ada di Lowokwaru. Tentu nanti harapanya akan semakin diperluas jangkauannya. Mohon doanya, “ tutur Gus Ion.

Mengutamakan kuantitas

Ide untuk mengadakan aksi AMAM berbagi Berkah ini muncul setelah terjadinya pandemi Covid 19, yang mengakibatkan banyaknya orang yang terkendala dalam masalah ekonomi. Melihat besarnya dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh Covid 19, maka Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua ANSOR PAC Lowokwaru tersebut  mengajak para mahasiswa dibawah asuhannya untuk mengadakan aksi solidaritas tersebut.

“Aksi AMAM berbagi Berkah ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya. Dulu sebelum pandemi, kami sudah istiqomah menyelenggarakan kegiatan untuk para dhuafa’. Tapi bentuknya pemberian sembako, beras 5 kilo, minyak, telur dan sebagainya. Alokasi dana per orang sekitar Rp.125.000. tapi itu dilakukan sebulan sekali,” tutur Gus Ion.

Setelah adanya pandemi, frekuensi kegiatan ditingkatkan dari bulanan menjadi mingguan dan bentuknya diganti dari sembako menjadi nasi kotak. Tujuanya adalah agar aksi tersebut bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pihak-pihak yang menjadi sasaran kegiatan.

Karena itu, Gus Ion menegaskan bahwa kegiatan tersebut menekankan sisi kuntitas, agar dapat dirasakan manfaatnya secara luas.

“Kami memang mengutamakan kuantitas. Artinya kami memilih menetapkan standar untuk nasi kotak yang dibagikan, walaupun sederhana tapi bisa dinikmati dan memenuhi standar gizi. Jadi, dengan dana yang sama kami menjangkau lebih banyak orang sehingga yang merasakan manfaatnya semakin luas “ beber alumnus Magister Ekonomi Syariah UIN Maliki Malang itu.

Akan terus dilakukan pasca pandemi

“ Insyaallah akan terus berjalan sampai seterusnya. Semoga saja kegiatan ini semakin berkembang dan semakin luas jangkaunya, sehingga semakin banyak yang merasakan” tambahnya. Dirinya optimis aksi AMAM berbagi berkah ini akan semakin berkembang karena kini semakin banyak pihak yang bergabung, baik dalam teknis kegiatan maupun dalam aspen pendanaan.

“Alhamdulillah sekarang sudah banyak donatur yang membantu. Dulu kami mengupayakannya sendiri, lama-kelamaan banyak donatur yang bergabung. Mohon doanya, semoga aksi ini semakin berkembang” tandas dosen di salah satu Kampus di Mojokerto itu.

Melalui aksi AMAM berbagi berkah ini ia berharap Agar para Mahasiswa mempunyai kepedulian sosial dan semangat untuk berjuang di jalan Allah.“Membantu fakir miskin adalah perintah Allah. Orang yang tidak mau memberi makan fakir miskin dicap Allah sebagai pendusta agama. Melalui kegiatan ini saya berharap agar para mahasiswa AMAM, serta para pemuda dan mahasiswa pada umumnya  mempunyai kepedulian kepada dhuafa’ serta termotivasi dan tergerak turut membantu meringankan beban mereka,” pungkasnya.

AMAM sendiri merupakan asrama mahasiswa yang berlokasi di perumahan Piranha Residence kelurahan Tunjungsekar Lowokwaru. Asrama ini dikelola dengan konsep Islam dan diorientasikan sebagai sarana untuk membina akhlak, spiritual dan komitmen keIslaman para penghuni. Pembinaan tersebut dilakukan melalui berbagai ritual dan pendidikan Islam yang terorganisir, pembiasaan menjaga sholat berjamaah, mengaji Kitab Fiqih/ Akhlaq dan pembelajaran Tahsin sampai menghafal Al-Qur’an.

Penulis : malik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar